in

Indonesia Disebut Gagal Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032, Ketahui Bantahan NOC

Kemeriahan pada upacara pembukaan Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, Jumat, 5 Agustus 2016. Foto: Kompas.com

Ketua National Olympic Committee (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dan membantah jika Indonesia gagal menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Bantahan tersebut diperuntukkan bagi media-media asing yang mengabarkan bahwa Brisbane telah dipilih oleh International Olympic Committee (IOC) untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. IOC disebut menjadikan Brisbane sebagai pilihan utama dalam urutan pencalonan tuan rumah Olimpiade atau preferred dialogue tuan rumah Olimpiade 2032, Rabu (24/2/2021).

“Saya Ketua Umum NOC Indonesia ingin meluruskan bahwa berita yang berkembang terkait proses bidding Olimpiade 2032 itu kurang tepat. Karena dari semua berita yang kami terima dari luar (negeri), isinya menyampaikan bahwa Brisbane sudah menjadi preferred dialogue,” ungkap Okto saat konferensi pers bersama Menpora Zainudin Amali ditengah vaksinasi perdana atlet di Istora Senayan, Jumat (26/2/2021).

Menurut Okto, status preferred dialogue milik Brisbane bukan berarti Indonesia gagal dalam pencalonan sebagai tuan rumah Olimpiade 2032. Hanya saja Brisbane sudah berada di atas Indonesia soal persiapan pencalonan.

Status preferred dialogue yang didapatkan Brisbane membuat Indonesia tidak boleh lengah sedikitpun. Karena sedikit saja lengah, Indonesia bisa semakin jauh tertinggal.

“Brisbane berada di depan kita dan kita berada pas di belakangnya. Ibarat balapan NASCAR, ini baru lap kelima dari 500 lap. Masih ada banyak hal yang bisa dilajukan untuk mengejar Brisbane. Maka dari itu, sekarang kita sedang mengejarnya,” paparnya.

Sampai saat ini, baik Brisbane maupun Indonesia belum ada yang didatangi langsung Presiden IOC Thomas Bach terkait tuan rumah olimpiade. Namun, jika mau diadu, Indonesia dianggap lebih siap. Hal itu terlihat saat Asian Games dan Asian Para Games, Indonesia mendapat banyak apresiasi.

“Apalagi jumlah atlet di Olimpiade lebih sedikit dibanding Asian Games, walaupun jumlah negara dan nomor pertandingan lebih banyak, jadi penanganannya tidak jauh beda dan kita siap. Kami tidak akan kendor, justru ini meningkatkan adrenalin kami supaya bisa memberikan yang terbaik,” tegasnya.

Sementara dari hasil presentasi yang telah dilakukan NOC Indonesia secara virtual, IOC telah menyampaikan beberapa poin. IOC juga membeberkan kelebihan Indonesia jika berhasil menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Jika menjadi tuan rumah untuk Olimpiade 2032, Indonesia sekaligus menjadi negara Asia Tenggara yang pertama. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya mewakili populasi 270 juta rakyat Indonesia, tapi lebih dari 600 juta masyarakat se-Asia Tenggara.

Hal itu membuat IOC menetapkan status continue dialogue process yang artinya terbuka untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut agar Indonesia lebih dekat lagi sebagai tuah rumah Olimpiade 2032.

“Kami sudah menerima surat kemarin (Kamis, 25 Februari 2021) dari IOC yang menyampaikan secara terperinci bahwa semua proses yang sudah dilakukan Indonesia sudah diterima IOC, bahkan level Indonesia telah ditingkatkan menjadi continue dialogue process,” papar Okto.

Rencananya, IOC akan mengirimkan perwakilan ke Indonesia dalam waktu dekat. Kedatangan itu untuk bekerja bersama melakukan evaluasi dan persiapan bidding yang akan dilakukan Indonesia.

Sementara itu, Menpora Amali mengatakan Keputusan Presiden (Keppres) untuk persiapan bidding Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 sudah dalam tahap finalisasi. Walau begitu, NOC tetap melalukan persiapan maksimal tanpa menunggu Keppres.

“Keppres sudah finalisasi. Kami harapkan dalam waktu dekat sudah bisa selesai. NOC selalu melaporkan perkembangan persiapan bidding, dan semua masih berjalan sesuai rencana. Saya sempat kaget dengar kabar itu, tapi itu tidak benar. Kami masih berjuang untuk itu,” kata Menpora Amali.

Article by

Haluan Logo