in

Microwave, Penemuan Kebetulan yang Jadi Alat Masak Canggih Sejak Perang Dunia

Ilustrasi microwave. Foto: Thinkstock

Saat ini, memasak menjadi semakin praktis berkat microwave. Hanya dengan satu alat ini, kita bisa merebus air, memanaskan kembali sisa makanan, membuat kue dan lain sebagainya.

Berkat kebelihannya tersebut, microwave menjadi alat masak yang cukup popular. Hanya menekan beberapa tombol, proses memasak makanan apapun menjadi lebih mudah, praktis, bahkan lebih cepat selesai.

Microwave menjadi salah satu terobosan penemuan yang mengubah dunia. Namun, siapa yang menyangka jika penemuan microwave terjadi secara kebetulan alias tidak disengaja oleh Percy LeBaron Spencer, seorang insinyur otodidak asal Amerika Serikat, seperti dilansir Live Science, Jumat (6/1/2017).

Spencer bahkan tak lulus pendidikan tata bahasa menemukan alat masak canggih tersebut saat bekerja di Raytheon Corp, pada bagian pengembangan magnetron, yakni tabung vakum yang menghasilkan radiasi gelombang mikro dan digunakan di sistem radar.

Saat sedang menguji magnetron waktu itu, Spencer melihat batang coklat di sakunya telah meleleh. Ia pun mulai menguji makanan lain, salah satunya biji berondong jagung dan melihat bahwa semuanya bermunculan.

Selanjutnya, Spencer meletakkan telur di dekat magnetron dan menyaksikan telur itu mulai bergetar lalu meledak. Dari situ, ia menyadari bahwa makanan tersebut telah terpapar energi gelombang mikro dengan kepadatan rendah.

Selanjutnya, Spencer membangun kotak logam dan memasukkan tenaga microwave ke dalamnya. Energi memasuki kotak tetapi tidak dapat keluar, itu menunjukkan bahwa ternyata gelombang mikro tidak dapat menembus logam.

Penemuan microwave ditemukan Percy Spencer pada akhir Perang Dunia II. Namun, butuh beberapa waktu bagi masyarakat Amerika kala itu untuk mengetahui alat masak ini.

Dari pengujian-pengujian yang dilakukan, Spencer menemukan bahwa gelombang mikro bisa memasak makanan lebih cepat dibandingkan oven konvensional yang menggunakan panas.

Tahun 1945, Spencer mengajukan hak paten atas temuannya. Ia kemudian menerima 150 paten sepanjang karirnya. ia meninggal tahun 1970.

Microwave komersial pertama kali diuji di restoran Boston pada tahun 1947. Saat itu, Raytheon mengenalkan Radarange 1161, microwave dengan tinggi sekitar 1,7 meter dan berbobot 750 pon atau setara dengan 340 kg dengan biaya sebesar 5.000 dollar.

Pada awalnya, publik enggan membeli temuan baru tersebut, namun seiring dengan kemajuan teknologi, microwave semakin popular utamanya di industri makanan.

Carlton Gallawa seorang penulis Buku Pegangan Layanan Oven Microwave Lengkap mengatakan, pada 2000-an, orang Amerika menamakan oven microwave sebagai teknologi nomor 1 yang telah membuat hidup mereka menjadi makin mudah.

Microwave menjadi alat yang kemudian sangat berpengaruh bagi masyarakat Amerika, bahkan seluruh dunia.

Untuk industri kuliner, microwave memiliki peran penting dalam mengolah aneka sajian bagi pelanggan. Restoran dapat menyimpan resep yang sudah dimasak di lemari es dan memanaskannya untuk mengurangi limbah.

Perusahaan industri makanan lainnya menggunakan microwave untuk memanggang biji kopi, kacang, mencairkan dan memasak daging, bahkan mengupas tiram.

Industri lain juga menemukan kegunaan untuk pemanas microwave. Oven microwave juga berguna untuk mengeringkan gabus, keramik, kertas, kulit, tembakau, tekstil, pensil, bunga, buku basah dan kepala korek api.

Seorang pembuat alat bernama Tappan memperkenalkan oven microwave pertama untuk digunakan di rumah tahun 1955, namun karena ukurannya yang besar, sebesar kompor dan harganya yang mahal yaitu 1.295 dollar menyebabkan hanya sedikit yang terjual.

Raytheon pun mengakuisisi Amana Refrigeration tahun 1965. Dua tahun kemudian, Amana Radarange yang bisa muat di meja dapur, diluncurkan. Harganya di bawah 500 dollar.

Selanjutnya, oven microwave menjadi lebih populer dibanding mesin pencuci piring karena ukuran dan biayanya yang cukup murah.

Tahun 1975, hanya 4 persen rumah di AS yang memiliki microwave. Tetapi,  angkanya melonjak menjadi 14 persen pada tahun 1976.

Saat ini, melihat data Biro Statistik Tenaga Kerja, sekitar 90 persen rumah tangga di Amerika Serikat memiliki microwave. Alat masak memudahkan mereka mengolah makanan dengan mudah dan cepat.

Article by

Haluan Logo