in

Nomadland, Film Terbaik di Golden Globe Award 2021

Frances McDormand dalam cuplikan film "Nomadland" (2020). Foto: IMDB/Searchlight

Nomadland berhasil menyabet penghargaan Film Drama Terbaik di ajang Golden Globe 2021. Nomadland mengalahkan empat film lain, yaitu The Father, Promising Young Woman, The Trial of the Chicago 7, dan Mank.

Bagi yang belum tahu, film Nomadland diadaptasi dari buku non-fiksi bertajuk Nomadland: Surviving America in the Twenty-First Century karya Jessica Bruder. Film ini tayang pertama kali pada 11 September 2020 di Festival Film Venesia dan memenangkan penghargaan Golden Lion.

Sebelumnya, film ini juga juga berhasil membawa pulang People’s Choice Award di Toronto International Film Festival. Penghargaan itu menjadikannya film pertama yang memenangkan hadiah utama di Venesia dan Toronto sekaligus.

Berkat Nomadland pula, Chloé Zhao dinobatkan sebagai sutradara terbaik di Golden Globes tahun 2021. Kemenangan ini mengantarkan Zhao resmi menjadi sutradara perempuan pertama keturunan Asia yang menerima Golden Globe.

Film Nomadland tentang perempuan bernama Fern (Frances McDormand) yang mengalami masa-masa sulit setelah kematian suaminya. Situasi makin parah karena ia tak lagi memiliki pekerjaan setelah pabrik gipsum di kotanya tutup.

Sebagai seorang perempuan yang tidak muda lagi, Fern kesulitan mendapatkan pekerjaan yang baru. Ia pun memutuskan untuk menjual sebagian besar barang miliknya dan membeli mobil RV lalu pindah ke kota lain untuk mendapatkan kehidupan baru yang lebih indah.

Tanpa ada yang menemani, Fern berkeliling ke sejumlah negara bagian untuk mencari pekerjaan. Akhirnya ia mendapat pekerjaan sebagai pekerja musiman di gudang Amazon selama musim dingin.

Lewat rekannya, Fern kemudian mendapat undangan untuk menghadiri pertemuan musim dingin gurun pasir di Arizona yang diselenggarakan oleh Bob Wells. Acara itu adalah ajang pertemuan untuk komunitas sesama pengembara.

Fern awalnya menolak tawaran itu, namun akhirnya memutuskan untuk datang sembari menunggu cuaca membaik dan memulai pencarian pekerjaan baru di daerah tersebut.

Selama berada di komunitas itu, Fern bertemu dengan sesama pengembara dan mempelajari keterampilan bertahan hidup di jalan. Bukan hanya ilmu baru, ia juga mendapat kawan baru bernama Swankie yang ternyata mengidap kanker.

Berkat Swankie, Fern mengambil pelajaran berharga untuk terus mensyukuri hidupnya. Selain Swankie, Fern juga bertemu pengembara lain yang memiliki cerita memilukan.

Intinya, Nomadland menggambarkan seorang perempuan yang telah berusia 60-an berdamai dengan diri sendiri dan belajar menerima keadaan di tengah ketidakpastian sebagai kunci penyemangat.

Article by

Haluan Logo