in

Trik Menghangatkan Makanan agar Tetap Aman Dikonsumsi

Ilustrasi sisa makanan yang dihangatkan. Foto: Getty Images

Ketika ada makanan tersisa pada malam harinya, seringkali dipanaskan pada esok harinya agar bisa dikonsumsi kembali. Namun, menghangatkan makanan bukan hanya sekadar membuat makanan kembali hangat.

Ada berbagai cara supaya makanan yang dihangatkan masih tetap lezat seperti baru selesai dimasak. Menghangatkan makanan butuh pemahaman tentang jenis makanan, suhu yang harus dicapai dan perhatian terhadap kemungkinan makanan tersebut beracun atau tidak.

Banyak orang melakukan kesalahan dalam menghangatkan makanan. Hal itu merusak kelezatan dan tekstur makanan sehingga rasanya tidak lagi segar seperti setelah dimasak.

Kesalahan menghangatkan makanan bisa menjadi sangat berbahaya. Sebab bisa menyebabkan makanan tersebut beracun. Berikut ini trik menghangatkan makanan agar tetap aman dikonsumsi, seperti dikutip melalui MSN Lifestyle (25/3/2021):

  • Mendinginkan Makanan Sisa

Mendinginkan makanan dengan cepat setelah dimasak menjadi hal penting agar makanan aman untuk dihangatkan kembali. Simpan makanan yang tersisa dalam wadah tertutup kemudian dinginkan selama 2 jam sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.

Bisa juga dilakukan dengan memisahkan sebagian makanan yang akan disimpan. Tujuannya agar makanan yang akan disimpan mengalami penurunan suhu yang lebih cepat.

  • Biarkan Panas Selama 2 Menit

Kementerian Kesehatan Amerika Serikat menilai, makanan harus dihangatkan setidaknya pada suhu 73.8 derajat Celcius. Setelah makanan panas, sebaiknya jangan langsung mematikan api.

Sebab, bakteri dan kuman yang ada pada makanan baru akan mati ketika mencapai suhu 60 derajat Ce lcius. Menjaga suhu panas makanan sekitar dua menit agar bakteri dan kuman tersebut telah benar-benar mati.

  • Cukup Sekali Saja

Usahakan menghabiskan seluruh makanan tersebut pada waktu makan selanjutnya. Tujuannya agar makanan cukup dipanaskan dalam waktu sekali saja.

Makanan yang disimpan dan sudah dihangatkan tidak boleh disimpan kembali. Makanan sisa yang kembali disimpan dan dihangatkan lebih dari sekali bisa berbahaya dan semakin besar peluangnya menyebabkan keracunan.

  • Cairkan Makanan Beku Secara Hati-hati

Jika kamu menyimpan makanan sisa, sebaiknya simpan di bagian freezer dan membuatnya menjadi beku, jangan keluarkan makanan tersebut pada suhu ruang dengan maksud mencairkannya. Lebih baik pindahkan pada bagian bawah kulkas (chiller) lalu diamkan semalam.

Mencairkan makanan beku di suhu ruang justru menyebabkan bakteri mudah berkembang dan membuatnya berbahaya untuk dikonsumsi. Jika tak banyak waktu, gunakan saja metode defrost pada microwave agar makanan tidak terpapar suhu ruang lebih lama.

  • Melumerkan Daging Matang

Menyimpan hidangan yang menggunakan daging diperbolehkan disimpan dalam keadaan beku. Hidangan daging yang sudah beku juga masih layak makan setelah kembali dihangatkan.

Hidangan daging bisa disimpan ke dalam freezer untuk memakannya kembali di pagi hari. Daging ayam juga masih bisa dibekukan kembali agar bisa dimakan selanjutnya.

  • Potong-Potong Makanan

Memotong makanan menjadi ukuran yang lebih kecil akan sangat memudahkan untuk dihangatkan. Makanan yang lebih kecil akan membuat panas lebih cepat masuk ke bagian dalam.

Makanan dengan potongan lebih kecil membuat proses menghangatkan makanan lebih cepat dan semua suhu panas bisa masuk ke dalam makanan dengan baik dan lebih cepat. Hal itu juga dapat membunuh bakteri dan kuman yang mungkin ada di dalamnya.

  • Ketahui Penggunaan Oven dan Microwave

Kedua alat dapur ini berguna untuk menghangatkan makanan. Namun, keduanya memiliki fungsi yang berbeda untuk jenis makanan tertentu.

Untuk menu berkuah seperti kari atau soto akan lebih baik jika dipanaskan dengan menggunakan microwave atau kompor. Sedangkan untuk makanan yang memiliki tekstur renyah dan garing lebih cocok dihangatkan dengan menggunakan oven.

  • Perlahan atau Suhu Tinggi

Apabila menghangatkan makanan di kompor, lakukanlah secara perlahan dengan suhu yang rendah atau dengan cepat tetapi suhu yang tinggi.

Untuk menjaga kelembaban dan rasa, makan lakukan dengan teknik perlahan dengan suhu rendah akan sangat cocok. Namun jika ingin mempertahankan tekstur hidangan yang kering dan garing, hangatkanlah dengan suhu tinggi dan waktu singkat menjadi cara yang paling sempurna.

  • Tambahkan Kaldu untuk Kelembaban

Makanan yang disimpan biasanya akan berubah menjadi lebih kering, hal itu dikarenakan kandungan airnya yang sudah menguap. Seperti menu nasi goreng sisa semalam.

Untuk mengakalikalinya agar tetap sedap, tambahkan sedikit kaldu. Air kaldu yang gurih akan menambahkan kelembaban sekaligus mempertahankan agar kelezatannya tidak hilang.

Article by

Haluan Logo