in

Gurihnya Nasi Goreng Arang Batok Khas Pekalongan, Diproses dengan Cara Unik

Nasi goreng arang batok khas Pekalongan. Foto: Detik

Nasi goreng menjadi salah satu makanan yang disukai banyak orang. Bagi para penggemar nasi goreng, bisa mencicipi nasi goreng arang batok yang menawarkan nasi goreng yang harum gurih khas Pekalongan.

Salah satunya, Nasi Goreng Arang Batok khas Pekalongan Mas Itok yang berdiri sejak tahun 1998. Tempat makan nasi goreng ini telah memiliki banyak pelanggan setia, seperti dikutip dari Detik food, Kamis (1/4/2021).

Nasi Goreng Arang Batok khas Pekalongan Mas Itok mudah ditemukan karena letaknya berada di pinggir jalan. Terdapat juga penanda berupa neon box bertuliskan “Nasi Goreng Arang Batok khas Pekalongan Mas Itok”. Gerobak nasi goreng dibuka sejak pukul 5 sore sampai 12 malam.

Selain nasi goreng, Mas Itok juga menyediakan mie rebus yang lezat. Menunya dibanderol dengan harga terjangkau, yakni mulai dari Rp15 ribu hingga Rp30 ribu.

Proses pemasakannya juga cukup unik sebab menggunakan arang batok sebagai bahan tungku apinya. Penggunaan arang batok dimaksudkan agar nasi goreng memiliki cita rasa dan aroma harum yang khas.

Mas Itok menggunakan arang batok untuk memasak karena ia berasal dari Pekalongan. Menurutnya, banyak masakan khas Pekalongan dibuat menggunakan arang batok.

Penggunaan arang batok juga membuat masakan seperti nasi goreng Mas Itok bertahan lama. Nasi goreng dijamin masih gurih hingga keesokan harinya sekitar pukul 9 pagi. Syaratnya, yakni nasi goreng tidak dipanaskan dan tidak diaduk agar cita rasa serta kualitasnya terjaga.

Cita rasa dan aroma nasi goreng yang dimasak dengan arang ini tentunya sangat khas. Hal itu membuat nasi goreng ini lebih nikmat.

Saking larisnya nasi goreng arang batok khas Pekalongan, dalam sehari Mas Itok bisa menggunakan 12 liter beras untuk 100 lebih porsi nasi goreng. Hanya saja di masa pandemi, penjualan nasi goreng ikut menurun.

Article by

Haluan Logo