in

Robot UEA Meluncur 2022, Misi Pendaratan Pertama di Bulan bagi Arab dan Jepang

Ilustrasi kendaraan robot bernama Rashid milik UEA yang menjelajahi Bulan. Foto: Ispace-inc.com

Robot penjelajah milik Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan akan dikirim ke bulan pada tahun 2022. Rencana tersebut diumumkan ispace, perusahaan robotika bulan Jepang.

Saat ini, robot penjelajah sedang dalam tahap pembangunan oleh Mohammed bin Rashid Space Center (MBRSC) di Duba. Ispace bakal menggunakan roket SpaceX Falcon 9 untuk mengirim robot penjelajah tersebut.

Pengiriman robot milik UEA akan menjadi misi bulan pertama ke luar angkasa. Dalam kerjasama dengan ispace, misi ini akan memberikan UEA teknologi komunikasi di permukaan bulan, seperti dikutip dari CNN, Senin (19/4/2021).

Manajer program MBRSC, Adnan Al Rais membeberkan, roket akan diluncurkan dari Florida, dengan tujuan mencapai area bulan yang belum pernah dieksplorasi. Ispace, akan memasok pendarat ntuk umengangkut robot penjelajah dari orbit bulan ke permukaan bulan.

Sebelumnya, hanya AS, Rusia, dan China yang berhasil mendaratkan pesawat luar angkasa ke bulan. Awalnya, UEA berencana mengirim penjelajahnya ke bulan pada tahun 2024, namun mereka berpeluang untuk meluncurkan lebih awal.

Dalam misi ini, UEA berharap bisa mempelajari lebih lanjut berbagai hal. Mulai tentang debu bulan, tanah bulan, dan benda tanpa udara, hingga objek luar angkasa yang tidak memiliki atmosfer.

MBRSC mengatakan, misi ini juga dapat membantu menentukan jenis bahan yang digunakan untuk membuat pakaian luar angkasa atau sistem pendaratan yang digunakan untuk menempatkan manusia di bulan.

Rover milik UEA ini secara resmi dinamai Rashid. Nama tersebut ambil dari nama pimpinan Dubai Sheikh Rashid bin Saeed Al Maktoum. Jika terealisasi, Rashid akan membawa enam instrument dengan berat kurang dari 10 kilogram.

Setiba di Bulan, nantinya Rashid mengumpulkan dan mengirim data, serta gambar kembali kepada para ilmuwan di Bumi. Proses pengumpulan gambar menggunakan dua kamera dengan resolusi tinggi, yakni kamera mikroskopis dan pencitraan termal.

Seperti diketahui, suhu di bulan tak sama seperti di Bumi. Di bulan, Rashid harus mampu mengatasi suhu yang bisa mencapai minus 200 derajat Celcius.

Sementara itu, NASA juga tengah bersiap mengirim penjelajah senilai US$250 juta yang disebut VIPER ke kutub selatan bulan tahun 2023. Negara lainnya, Inggris, Rusia, dan Jepang juga telah merencanakan misi yang sama.

Ispace menargetkan visinya untuk membangun pemukiman di bulan terealisasi pada tahun 2040 dan langkah pertamanya adalah mencari air.

Tahun 2020, UEA berhasil meluncurkan Hope Probe, misi Mars pertama di negara itu. Pada Februari 2021, wahana tersebut mencapai planet merah dan berhasil memasuki orbit pada upaya pertamanya.

Article by

Haluan Logo