in

Inilah Pentingnya Protein Dalam Menu Makan Lansia

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan geriatri, Lazuardhi Dwipa, mengatakan, pemenuhan nutrisi sangat penting bagi para lansia termasuk asupan protein harian.

Dilansir Tempo, pemberian nutrisi sehat seperti kebutuhan kalori, protein, serat pangan dapat mencegah penurunan berat badan, mencegah infeksi, memperbaiki kerentanan dan sarkopenia atau penurunan massa otot.

“Kebutuhan protein lansia lebih tinggi dibandingkan orang yang dewasa lebih muda. Malah lansia dikurangi proteinnya, itu salah, sehingga akan terjadi penurunan, penyusutan massa dan kekuatan otot atau namanya sarkopenia,” kata dia dalam webinar kesehatan bertajuk Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2021 – Entrasol Ajak Lansia Hidup Sehat dan Aktif Di Usia Senja pada 29 Mei 2021.

Namun, perlu dicatat kebutuhan nutrisi masing-masing lansia bisa berbeda, sehingga berkonsultasi dengan dokter sangat anjuran. Namun, secara umum lansia membutuhkan kalori harian 30 X berat badannya. Untuk protein yakni 1 gram/kg/BB/hari. Pada kondisi sarkopenia, asupan protein sebesar 1,6 gram/hari bisa meningkatkan hipertofi otot yang diinduksi olahraga pada lansia.

Studi menunjukkan, 1 gram protein/hari merupakan jumlah minimal untuk mempertahankan massa otot. Sementara untuk karbohidrat dan lemak, perhitungan 70 persen : 30 persen. Jadi, seseorang yang memiliki berat badan 50 kg maka kebutuhan kalori totalnya 1500 kkal per hari, sementara proteinnya 50 gram/hari.

Kementerian Kesehatan melalui Isi Piringku juga memandu asupan nutrisi, yaitu membagi piring menjadi tiga bagian yakni setengah untuk sayuran dan buah, lalu seperempat karbohidrat seperti nasi atau kentang dan seperempat protein (hewani dan nabati dikombinasikan) mulai dari ayam, ikan, kacang-kacangan dan lainnya.

Dalam pemenuhan kebutuhan gizi lansia, terkadang muncul sejumlah masalah seperti gangguan nafsu makan dan sulit mengunyah, berkurangnya air liur sehingga sulit menelan, mudah kenyang, masalah lambung seperti sering mual dan banyak lagi.

Setiap lansia bisa mengalami lebih dari satu masalah-masalah tersebut, sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisinya.
Jika demikian, mengubah bentuk penyajian makanannya sesuai dengan kondisi lansia bisa menjadi solusi.

Misalnya, pada masalah sulit menelan atau gigi tanggal, maka makanan bisa disajikan dalam bentuk lunak.

Article by

Haluan Logo