in

Ikan Laut Juga Bisa Tenggelam hingga Mati Lemas, Ini Penjelasannya

Ilustrasi. Foto: Istock

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa sekitar 236.000 orang tenggelam setiap tahun. Namun manusia bukan satu-satunya hewan yang bisa tenggelam, masih banyak hewan lainnya yang juga bisa tenggelam ketika terperangkap di air.

Hal tersebut memunculkan pertanyaan, bagaimana dengan ikan dan hewan laut lainnya? Apakah mereka juga bisa tenggelam dan mati lemas? Ilmuwan kelautan di Oceane, organisasi perlindungan dan konservasi lingkungan, Frances Withrow memberikan penjelasan terkait hal ini.

“Hewan laut juga membutuhkan oksigen untuk hidup. Hanya saja mereka hidup dari oksigen terlarut, sementara kita mendapatkan oksigen dari udara,” ungkap Frances Withrow, dikutip dari Live Science, Selasa (29/6/2021).

Kebanyakan ikan bernapas ketika air bergerak melintasi insang mereka. Namun, jika insangnya rusak atau air tak bisa bergerak melewatinya, ikan bisa mati lemas.

Jadi secara teknis mereka tak tenggelam karena mereka tak menghirup air, tetapi mereka mati karena kekurangan oksigen.

Alat penangkap ikan seperti beberapa jenis mata kail dapat merusak insang. Penyakit juga bisa menjadi penyebab kematiannya.

Patogen, terutama bakteri, dapat menempel pada insang ikan. Ini membuat insang tidak dapat menyaring oksigen dari air dan membuatnya sulit bernapas.

“Ini seperti jika kita memiliki penyakit pernapasan yang sangat buruk, Itu membuat hewan bekerja lebih keras untuk bernapas,” jelas Withrow.

Meskipun beberapa ikan dapat memompa air melalui insangnya saat istirahat, banyak ikan harus berenang terus-menerus agar air mengalir melewati mereka. Jika mereka terjebak, seperti di jaring ikan, mereka mungkin terjebak dan mati lemas.

Sebagai contoh kasus yang terjadi pada hiu. Hewan tersebut membutuhkan siripnya untuk berenang. Beberapa nelayan menangkap hiu dan mengambil siripnya untuk dikonsumsi, setelahnya hiu dibuang kembali ke laut.

Tindakan itu ilegal. Tak hanya berimbas pada populasi hiu, tapi hal ini juga membuat hiu tidak bisa berenang karena tidak memiliki sirip dan akhirnya mati kelaparan atau mati lemas.

Hewan laut lainnya, seperti kura-kura dan lumba-lumba, mendapatkan udara seperti kita, menghirupnya dari udara. Tapi mereka hanya bisa melakukannya saat muncul ke permukaan.

Peralatan memancing dapat menjebak mereka di bawah air dan mencegah mereka melakukannya. Jenis peralatan memancing lainnya juga memiliki tali yang dapat menjerat hewan, seperti paus, dan mencegahnya muncul ke permukaan.

Tak diketahui berapa banyak hewan laut yang mati lemas. Namun menurut Komisi Penangkapan Ikan Paus Internasional, setidaknya ada 300.000 paus, porpois dan lumba-lumba yang mati akibat tali dari peralatan memancing.

Selain itu, ikan atau hewan laut bisa mati lemas karena wilayah lautan mungkin tak memiliki cukup oksigen terlarut untuk mendukung mereka.

Salah satunya akibat banyaknya plankton yang berkembang secara bersamaan setelah nutrisi yang cukup tersedia. Plankton kemudian menggunakan semua oksigen dalam waktu singkat dan menyebabkan ikan di daerah tersebut mati lemas.

Selanjutnya, perubahan iklim juga memainkan peran dalam hal ini. Perubahan iklim membuat laut menghangat yang tak dapat menahan oksigen terlarut sebanyak air dingin.