in

Perut Keroncongan Tak Selalu Berarti Lapar, Ini Penjelasannya

Perut keroncongan tidak selalu berarti Anda sedang lapar. Suara dari dalam perut ternyata merupakan tanda yang memiliki banyak arti.

“Sebenarnya ada istilah medis untuk perut keroncongan yaitu Borborygmus. Suara perut benar-benar normal dan tidak terjadi begitu saja saat Anda lapar. Bahkan, jika saya memeriksa pasien dan meletakkan stetoskop di perut mereka dan tidak mendengar apa-apa, itu sebenarnya pertanda ada yang tidak beres,” kati ahli gastroenterologi Will Bulsiewicz, dilansir dari laman Well and Good.

Lebih lanjut, Bulsiewicz menambahkan perut keroncongan merupakan bagian pencernaan yang sehat dan jika Anda mengalami perut keroncongan dengan sendirinya tanpa rasa sakit, ketidaknyamanan, atau gejala lainnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Namun jika menggeram disertai dengan gejala lain, tubuh Anda mungkin mencoba memberi tahu Anda sesuatu. Bukan sesuatu yang “buruk” tentu saja, hanya pesan yang perlu diperhatikan.

1. Perut Anda keroncongan karena Anda stres

Jika Anda stres atau cemas, itu juga bisa menjadi alasan mengapa perut Anda keroncongan. “Ketika saya masih di sekolah kedokteran, saya sering mengalami perut keroncongan setiap kali saya menghadapi ujian besar. Itu hanya cara stres dimanifestasikan untuk saya,” kata Dr. Bulsiewicz.

Stres menyebabkan otot perut berkontraksi dan rileks. Saat itu terjadi, gas dan cairan pencernaan diperas melalui usus kecil. Ini bisa terjadi saat perut kosong atau perut penuh. Hal ini bisa menyebabkan perut keroncongan.

2. Keroncongan bisa menjadi tanda sindrom iritasi usus besar

Jika perut Anda keroncongan disertai dengan diare dan itu terjadi secara teratur, Dr. Bulsiewicz mengatakan itu bisa menjadi tanda sindrom iritasi usus besar atau kepekaan terhadap makanan, seperti gluten atau produk susu.

3. Bisa jadi Anda mengalami kekurangan sukrosa

Orang sering berbicara tentang sensitif terhadap gluten atau produk susu, tetapi Dr. Bulsiewicz mengatakan ada sensitivitas makanan lain yang sangat umum tetapi tidak banyak dibicarakan.

“Saya melihat begitu banyak pasien yang kekurangan sukrosa dan ini bisa menyebabkan perut keroncongan disertai gejala lain seperti gas yang berlebihan, diare, atau sembelit,” katanya.

Article by

Haluan Logo