in

Mengapa Wisatawan Indonesia Memilih Hotel Staycation

Bermalam singkat di destinasi yang berjarak dekat dari rumah (staycation) di hotel atau vila menjadi kegiatan wisata favorit wisatawan Indonesia pada paruh kedua pandemi corona.

Dilansir CNNIndonesia.com, kegiatan staycation dilakukan, bukan hanya sekadar menginap lalu pulang, karena wisatawan tetap ingin menikmati pengalaman wisata, baik yang disediakan pengelola tempat penginapan atau yang berada tak jauh dari tempat menginap.

Maka dari itu, pengelola tempat penginapan sepertinya perlu lebih kreatif untuk menjual paket wisata bersama dengan promo staycation.

Hal tersebut terungkap dalam survei yang dilakukan Agoda bertajuk Travel in 2021.

“Kalau yang di dalam hotel, misalnya, kelas memasak, kelas yoga, dan sebagainya. Atau jika akomodasi berlokasi di dekat hutan atau persawahan, pengalaman wisata yang dimaksud, misalnya, wisatawan dapat menikmati suasana pagi atau sore hari dengan berjalan kaki hingga menjelajahi destinasi-destinasi yang dekat dengan hotel,” kata Senior Country Director Agoda Indonesia, Gede Gunawan, dalam jumpa persnya, Selasa (7/9).

Lebih lanjut, Guna menjelaskan bahwa untuk mengemas paket wisata menarik selama staycation, pihak hotel dapat bekerja sama dengan pelaku usaha kegiatan wisata, sehingga bisa memaksimalkan peluang yang ada.

Survei yang dilakukan Agoda menunjukkan 27 persen orang Indonesia memperlakukan akomodasi sebagai destinasi dan bukan hanya tempat untuk beristirahat. Dengan artian bahwa saat ini semakin banyak wisatawan yang mulai menganggap hotel sebagai tujuan wisata baru, terlebih pada masa pandemi.

Selain kegiatan wisata selama staycation, wisatawan Indonesia juga lebih senang bermalam di tempat penginapan yang menyediakan layanan check-in awal dan check-out akhir. Tujuannya ialah memaksimalkan waktu liburan singkat selama pembatasan perjalanan.

Gunawan mengatakan, layanan check-in awal dan check-out akhir mungkin tampak sepele, tetapi sebetulnya sangat penting berdasarkan pertimbangan tren perjalanan singkat dan bersifat “tidak direncanakan”.

Article by

Haluan Logo