in

Jangan Pencet Jerawat Sembarangan, Ini Bahayanya

Ilustrasi kulit berjerawat. Foto: Shutterstock

Jerawat-jerawat selalu menggemaskan dan menggoda untuk dipencet. Setelah memencet dan mengeluarkan cairan putih, selalu ada kepuasan tersendiri. Namun, apakah boleh jerawat dipencet?

Berdasarkan laporan CNN Indonesia, dokter spesialis kulit dan kelamin Edwin Tanihaha mengatakan, menyoal memencet atau cara mengempeskan jerawat memang memicu pro dan kontra.

Ada dokter yang setuju, ada juga yang tidak setuju. Bagi Edwin, mengatasi jerawat harus terlebih dulu melihat jenis jerawat yakni komedo atau jerawat inflamasi.

“Untuk komedo dapat di ekstraksi, tapi sebaiknya dilakukan oleh tenaga ahli, sedangkan jerawat inflamasi baiknya di suntik zat antiinflamasi supaya peradangan berkurang dan jerawat bisa lebih kempes, bila perlu bisa ditambah obat antibakteri oral untuk membunuh bakteri di dalam jerawat,” kata Edwin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (7/9).

Ekstraksi komedo dapat mengeluarkan sebum dari pori-pori. Jika jerawat radang mendapat perlakuan sama, justru akan berisiko membuat jerawat makin meradang.

Menurut WebMD, aktivitas memencet jerawat ‘haram’ dilakukan di beberapa area wajah. Coba bentuk segitiga dengan kedua telunjuk dan ibu jari, kamu akan mendapati titik-titik terlarang yang kerap disebut ‘triangle of death’.

Jika infeksi kulit terjadi di area tersebut, risiko dari mencoba cara mengempeskan jerawat bisa terjadi komplikasi yang cukup berbahaya. Namun Edwin menegaskan bahwa aktivitas memencet jerawat tidak sampai memicu kanker kulit.

Article by

Haluan Logo