in

Gambaran Titik Pendaratan untuk Misi Pencarian Air di Bulan

Ilustrasi. Astronot berjalan di permukaan Bulan. Foto: Sciencemag

Bulan tetap masih menarik perhatian para peneliti soal penjelajahan antariksa. Kini, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan telah menemukan tempat pendaratan untuk misi penjelajahan di Bulan yang rencananya akan diluncurkan pada November 2023.

NASA akan memberangkatkan Volatiles Investigating Polar Exploration Rover (VIPER) yang masih menjadi bagian dari misi Artemis dan diproyeksikan mendarat di tepi kawah terjal Nobile di dekat Kutub Selatan Bulan.

Kawah kuno ini adalah tempat yang sangat gelap dan dingin, memungkinkan ditemukannya air es. Dan selama 100 hari, penjelajah beroda empat VIPER ini akan mencari tanda-tanda itu serta sumber daya lainnya di Bulan.

Mengutip Gizmodo, Kamis (23/9/2021) kutub selatan Bulan adalah salah satu tempat terdingin di Tata Surya. Tidak ada badan antariksa yang pernah mencoba mendarat di sana dan hanya mempelajari dari kejauhan.

Dengan mengirimkan VIPER ke kawah Nobile, NASA berharap dapat mengungkap tanda-tanda es dan sumber daya lainnya, baik di permukaan maupun di bawah permukaan Bulan. Itu mengapa VIPER perlu bertahan dari suhu dingin di lokasi selama misi 100 hari itu.

“Data yang dikirimkan VIPER akan memberikan para ilmuwan di seluruh dunia wawasan lebih lanjut tentang asal usul kosmik, evolusi, dan sejarah Bulan kita. Termasuk juga membantu menginformasikan lingkungan yang sebelumnya belum dijelajahi,” kata Thomas Zurbuchen, administrator asosiasi untuk sains di Markas Besar NASA.

Gambaran besarnya adalah NASA ingin membuat peta sumber daya global dan dapat memprediksi di mana sumber daya serupa mungkin ada di tempat lain di Bulan.

Informasi ini akan bermanfaat bagi misi kru di masa depan ke permukaan bulan, sambil melanjutkan tujuan NASA untuk membangun pangkalan jangka panjang di Bulan. Selain itu, misi VIPER senilai $433,5 juta (sekitar Rp 6,1 triliun) juga dapat menjadi landasan bagi upaya penambangan Bulan di masa depan.

VIPER akan diluncurkan dengan roket SpaceX Falcon Heavy dan dikirim ke permukaan bulan melalui Griffin Lander milik Astrobotic.

Penjelajah setinggi 2,5 meter ini, diperkirakan akan melakukan perjalanan antara 16 hingga 24 km selama misi dan menjelajahi wilayah berukuran 93 kilometer persegi.

VIPER dilengkapi pula dengan sistem suspensi canggih untuk membantunya menavigasi, bahkan melalui regolith yang paling lembut sekalipun. Beberapa spektrometer dan palu bor akan memungkinkan upaya ilmiah VIPER.

Lebih lanjut, jika ada sisa waktu VIPER bakal mengunjungi enam situs minat ilmiah yang berbeda. Sampel akan diambil dari setidaknya tiga lokasi pengeboran yang berbeda dan diambil dari berbagai kedalaman dan suhu.

Misi tersebut dapat memberikan wawasan, tentang bagaimana Bulan memperoleh air beku dan sumber daya lainnya, bagaimana mereka dilestarikan dari waktu ke waktu, dan berapa banyak yang lolos ke luar angkasa.

Article by

Haluan Logo