in

NASA: Manusia akan Lebih Cepat Menghuni Planet Luar Bumi dari Perkiraan

Ilustrasi koloni manusia di Planet Mars. Foto: Reuters

Pada masa yang akan datang, manusia mungkin saja akan tinggal di planet luar Bumi atau tak menutup kemungkinan, di Bulannya juga.

Bahkan, ilmuwan NASA menyebut bahwa umat manusia bisa menjadi spesies multi dunia dan tinggal di luar angkasa dalam waktu lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

“Dimulai dari pengembangan dan implementasi senjata nuklir pertama di saat-saat akhir Perang Dunia II, manusia memasuki jendela bahaya yang tidak bisa ditutup dengan aman sampai koloni di luar planet menjadi kenyataan,” sebut NASA seperti dikutip dari Futurism.

“Penemuan kami mengindikasikan bahwa misi berawak manusia pertama yang mendarat di Mars, obyek di sabuk asteroid dan beberapa Bulan di Jupiter dan Saturnus bisa terjadi sebelum akhir abad ke 21,” tambah mereka.

Kemudian pada abad ke 23, manusia bisa jadi sudah bisa mencapai tepi Tata Surya. Tak cukup sampai di situ, di akhir abad 24, manusia diperkirakan sudah mulai menjelajah sistem bintang yang lain.

Penjelajahan antariksa, bahkan membangun koloni, dipandang penting lantaran Bumi di masa depan bisa jadi sudah tidak lagi ramah ditinggali.

“Program eksplorasi antariksa yang agresif dan berkelanjutan, yang termasuk kolonisasi, adalah penting bagi survival ras manusia dalam jangka panjang,” sebut peneliti NASA ini.

Bahkan dalam teori Great Filter, disebutkan teori bahwa peradaban pintar seperti manusia lama kelamaan justru bisa menghancurkan dirinya sendiri. Karenanya, berpindah keluar planet kemungkinan besar adalah keharusan di masa depan.

Secara rinci, manusia diramal dapat mendarat pertama kali di Mars pada tahun 2038, kemudian di sabuk asteroid pada tahun 2064. Setelahnya, sistem bintang Proxima Centauri mungkin dapat dijangkau pada sekitar tahun 2254.

“Dengan menciptakan paling tidak satu atau lebih baik beberapa koloni di luar dunia ini yang mandiri, manusia bisa lebih terjamin keberlangsungannya dalam jangka panjang dari bencana alam atau yang disebabkan oleh manusia yang mengancam Bumi,” pungkas mereka.

Article by

Haluan Logo