in

8 Komponen Mobil Perlu Diperiksa Jika Sudah Terkena Banjir

Mobil terendam banjir. Foto: Tempo

Ketika memasuki musim hujan, banjir mulai menghantui beberapa kota di Indonesia. Banjir dapat membuat masalah pada kendaraan bermotor, salah satunya kepada mobil.

Service Manager Auto2000 Cilandak mengungkapkan, ketika mobil terkena banjir maka jangan langsung menyalakan mobil. Mengapa kita sangat dilarang menyalakan mobil yang terkena banjir atau tergenang air?

Alasannya, setelah terkena banjir, tentu komponen kelistrikan dari mobil banyak terendam. Ketika komponen kelistrikan tersebut dinyalakan, akan berpotensi mengalami korsleting dan membuat komponen ECU (Electronic Control Unit) hingga kabel bodi (wiring) rusak.

Tak hanya itu, ketika terkena banjir, air juga dapat masuk ke ruang bakar. Salah satu gejala yang paling umum dan fatal adalah water hammer.

Lantas, yang perlu dilakukan oleh pemilik mobil setelah mobilnya terkena banjir adalah dengan mengecek terlebih dahulu beberapa komponen di mobilnya. Menurut Auto2000, setidaknya ada delapan komponen yang perlu diperiksa, yakni:

  1. Alternator

Alternator merupakan sumber dari seluruh tenaga listrik yang ada di dalam mobil, biasanya alat ini juga dinamakan generator karena fungsinya menyuplai listrik ke aki. Meski tidak mengalami gejala yang mencurigakan, disarankan untuk tetap memeriksa bagian tersebut dan menghilangkan sisa air di dalamnya.

  1. ECU

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ECU adalah Electronic Control Unit dan merupakan komponen paling vital dari kendaraan modern. Kalau ECU sampai kemasukan air maka akibatnya sangat fatal karena terdapat komponen seperti IC. Kalau ECU terkena air, mobil pasti akan mogok.

  1. Soket

Meski terkesan sepele, nyatanya penting untuk memastikan dan memeriksa tidak adalah lagi air di bagian soket. Karena ketika mobil terendam air atau soket kemasukan air, soket bisa menghantar air ke listrik sehingga mengakibatkan korsleting.

  1. Sekring

Sama halnya dengan soket, sekring juga penting untuk diperiksa. Pasalnya, sekring punya fungsu untuk menangkal listrik yang nyasar dan mencegah korsleting. Kalau sekring kemasukan air, kerusakan bisa bertambah parah.

  1. Kompresor AC

Kalau kompresor AC kena air saat banjir, maka AC tidak bisa menyala karena magnethic switch mengalami masalah.

  1. Relay

Komponen ini berfungsi sebagai switch untuk listrik berarus besar seperti dinamo starter atau lampu utama. Jika kemasukan air, mobil bisa mengalami korsleting juga.

  1. Kabel-kabel

Meskipun kabel sudah dibungkus agar tidak terkena air. Tapi, kalau kabel ada celah yang terkelupas, maka bisa berakibat fatal jika terendam air.

  1. Injektor

Di mobil modern, injektor juga diaktifkan melalui kelistrikan. Nosel injektor juga rawan terkontaminasi air, sehingga penting untuk memeriksa terlebih dahulu sebelum menyalakan mobil.

Article by

Haluan Logo