in

Makhluk Inilah yang Kuasai Bumi Seandainya Manusia Tak Ada

Ilustrasi Bumi sebelum manusia ada. Foto: Baum's World

Manusia benar-benar mengubah Bumi dalam cara yang belum pernah terjadi di zaman purba berkat kepandaiannya. Dari kota metropolitan sampai peninggalan zaman dulu seperti piramida. Nah, bagaimana jika manusia tidak pernah ada di Bumi ini?

Ilmuwan mengatakan dalam skenario itu, Bumi akan penuh dengan alam liar dan begitu banyak spesies hewan, termasuk para raksasa.

“Saya kira akan ada jauh lebih banyak tempat vegetasi dengan hewan yang melimpah, termasuk yang besar-besar di seluruh benua kecuali antartika,” kata Trevor Worthy, profesor di Flinders University, Australia.

Dikutip dari Live Science, bisa jadi pula spesies manusia lain seperti Neanderthal yang telah punah akan berkembang. Namun tak menutup kemungkinan mereka juga akan banyak mengubah Bumi.

Manusia memang telah mengubah dunia di mana pada saat yang sama, membuat banyak spesies punah karena perburuan ataupun perusakan habitat. Angka kepunahan Bumi pada saat ini diestimasi seratus kali lebih banyak dibandingkan jika manusia tidak ada.

“Nenek moyang saya bisa menyaksikan ribuan kawanan burung parkit di alam, kakek saya bisa melihat sampai ratusan, ayah saya melihat hanya sedikit dan sekarang saya beruntung jika bisa melihat satu atau dua di hutan,” kata Worthy mengilustrasikan.

Tanpa adanya manusia, Bumi akan jauh lebih liar alamnya dan binatang besar akan tetap ada. Sebut saja burung raksasa yang hidup di Selandia baru jutaan tahun silam setinggi 3,6 meter, barangkali tetap eksis.

Pada saat manusia sampai ke Selandia baru, semua spesies burung moa punah dan juga 25 spesies vertebrata lain. Jadi memang luar biasa dampak yang diakibatkan manusia pada Bumi.

Hewan-hewan yang punah pun akan tetap hidup andai manusia tidak berkuasa. Sebut saja singa gua atau Panthere spelea di Eropa, yang terakhir kali hidup 12 ribu tahun silam, masih akan bertahan sampai hari ini.

“Di dunia tanpa manusia, akan ada jauh lebih banyak keragaman binatang mamalia besar dan cenderung akan ada banyak habitat terbuka,” kata Soren Faraby, pakar dari University of Gothenburg, Swedia.

Article by

Haluan Logo