in

Alasan Mesin Mobil Harus Dipanaskan Meski Tak Digunakan

Ilustrasi memanaskan mesin mobil. Foto: Daihatsu

Adanya himbauan pemerintah untuk WFH dan status PPKM akibat pandemi, secara otomatis membuat kendaraan pribadi di parkir saja di rumah. Mobil yang biasa dipakai sebagai alat transportasi sehari-hari menjadi jarang terpakai.

Untuk pemilik kendaraan terutama mobil Peugeot yang tidak digunakan untuk jangka waktu tertentu selama masa PPKM, tidak usah takut mobilnya bermasalah lantaran terlalu lama parkir atau diam.

Terkait hal tersebut, Kepala Bengkel Astra Peugeot cabang Cilandak, Jakarta Selatan, Rafi’I Sinurat mengatakan bahwa pemilik kendaraan dapat melalukan perawatan mandiri selama di rumah, dan caranya sangat mudah untuk dilakukan secara mandiri.

Untuk langkah awal, agar mobil yang berhenti lama tetap harus sering dipanaskan (engine on). Lakukan tiap 1-2 hari sekali, tujuannya agar performa aki mobil tetap stabil. Sebab mobil-mobil modern banyak menggunakan komponen elektrikal dengan banyak sekali fitur-fitur digital yang akan sangat bergantung pada arus listrik aki sebagai sumber utamanya.

“Dengan memanaskan mesin, pemilik kendaraan dapat memantau kondisi kendaraan baik fungsi engine dan fitur-fitur lainnya. Semua dapat dipantau cukup mudah dengan melihat kondisi indikator di panel spidometer, tanpa harus membuka kap mesin,” ucap Rafi’i Sinurat dalam keterangan resminya, Sabtu (7/8/2021).

“Adapun indikator yang bisa dipantau diantaranya temperatur mesin, tekanan oli, kualitas Aki, sistem ABS dan lainnya,” lanjut Rafi.

Indikatornya adalah saat temperatur kerja mesin mencapai 80-90 derajat, maka cooling fan akan aktif atau berputar. Kemudian kipas pendingin radiator itu juga akan off secara otomatis jika suhu mesin sudah mencapai kondisi ideal kembali. Saat itulah proses pemanasan mesin sudah bisa diselesaikan.

Perlu di ingat saat memanaskan mesin kendaraan sebaiknya posisi knalpot atau bagian belakang mobil mengarah ke luar pagar atau garasi rumah dengan kondisi pagar atau garasi yang terbuka langsung menuju udara bebas.

Langkah ini dilakukan untuk menghindari asap knalpot terkumpul di udara sekitar rumah tanpa terjadi sirkulasi udara yang baik.

Selanjutnya mengecek langsung kondisi mesin melalui ruang mesin. Misalkan saat mengecek volume dan kondisi oli, dapat dilakukan dengan melihat deepstick atau batang pengukur oli. Selain itu mengecek volume air radiator, air wiper, juga minyak rem agar mobil tetap berada pada kondisi yang prima.

Walaupun kendaraan tidak dipergunakan, ada baiknya rajin mengecek batas servis berkala melalui buku servis. Untuk servis berkala idealnya adalah per 10.000 km atau maksimal 1 tahun.

Jika melewati batasan servis, khusus di mobil Peugeot akan terdengar bunyi dan muncul lampu indikator tanda Kunci terlihat menyala. Itu artinya pemilik mobil harus segera melakukan servis perawatan berkala bagi kendaraannya.

Article by

Haluan Logo