in

Sejarah Singkat Derby Mataram, Bukan Hanya Rivalitas Sepakbola

Persis Solo Vs PSIM Jogjakarta (gambar: starjogja.com)

Pertemuan antara Persis Solo dan PSIM Jogjakarta kerap menarik perhatian pecinta sepakbola Indonesia. Rivalitas antara kedua klub tersebut memiliki sejarah panjang. Rivalitas kedua klub tersebut kerap disebut Derby Mataram.

Sejarah Singkat Derby Mataram

Fajar Juaendi, pemerhati sepakbola asal Jogjakarta, menjelaskan kepada liputan6.com sejarah derby dua klub pendiri Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) tersebut.

Fajar menjelaskan bahwa Derby Mataram tidak hanya berkaitan dengan sepakbola. Tetapi turut melibatkan sejarah pasca kemerdekaan Republik Indonesia.

Lebih lanjut, Fajar menjelaskan bahwa terdapat daerah kantong Surakarta yang berada di Kota Jogjakarta. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya bukti sejarah yang dibangun Pakubuwono.

Daerah kantong tersebut berada di dua wilayah di Jogjakarta, yaitu Kotagede dan Imogiri. Sehingga kedua wilayah tersebut masuk ke daerah administrasi Surakarta.

Terjadi Gesekan Antar Kelompok

Seiring berjalannya waktu, terjadi gesekan antara Kotagede Surakarta dengan Kotagede Jogjakarta, dan Imogiri Surakarta dan Imogiri Jogjakarta.

Sehingga rivalitas antara Persis Solo dan PSIM Jogjakarta, tidak hanya berada di ranah lapangan hijau. Lebih lanjut, melibatkan konteks sosial budaya kedua kelompok masyarakat tersebut.

Konflik komunal antar kelompok tersebut menghasilkan situasi tidak harmonis. Selain itu, menyebabkan pergeseran nilai dan norma di masyarakat.

Saat ini, rivalitas tersebut dituangkan ke dalam ranah sepakbola. Bahkan tidak jarang, kedua pendukung klub tersebut saling bertukar ejekan di media sosial.

Article by

Haluan Logo