in

Mata Kucing Menyala Saat Gelap, Ini Sebabnya

Mata kucing menyala. Foto: Pixabay

Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang memiliki berbagai macam tingkah laku unik. Hal tersebut pun kerap mengundang pertanyaan bagi pemiliknya, misalnya kenapa mata kucing menyala saat gelap.

Tak sedikit dari kita yang mengaitkan kemampuan kucing mengeluarkan cahaya atau sinar dari matanya saat kondisi gelap dengan hal-hal supranatural, seperti kucing sedang melihat hantu.

Faktanya, ada beberapa alasan ilmiah yang ada di balik pancaran sinar di mata mereka. Nah, untuk mengetahui penyebab mata kucing bersinar, serba-serbi hewan kali ini akan membahasnya.

Mata kucing yang menyala disebabkan oleh cahaya yang masuk, lalu memantulkan tapetum lucidum. Tapetum lucidum sendiri merupakan bahasa Latin yang berarti “lapisan yang bersinar”. Dikutip dari Hills Pet, Rabu (5/2/2020).

Tapetum adalah lapisan sel reflektif, yaitu cahaya yang dipantulkan kemudian dipantulkan kembali ke retina kucing. Proses ini menciptakan penampilan bercahaya serta membantu hewan melihat lebih baik dalam gelap.

“Banyak hewan yang kita lihat, terutama yang keluar pada malam hari, memiliki permukaan reflektif khusus tepat di belakang retina mereka,” ujar dokter mata hewan di Colorado State University Dr Cynthia Powell seperti dilansir dari NPR, Jumat (31/10/2008).

Sejumlah besar hewan memiliki tapetum lucidum, termasuk rusa, anjing, sapi, kuda, dan musang. Namun, tidak semua mata binatang bersinar dengan warna yang sama. Ini karena zat seperti riboflavin atau zinc dalam tapetum hewan berbeda.

Powel menyebut, pigmen di dalam retina juga memengaruhi kondisi tersebut. Selain itu, dia menambahkan bahwa usia dan faktor lain juga dapat mengubah warna, bahkan dua anjing dari spesies yang sama dapat memiliki mata yang bersinar dengan warna yang berbeda.

Di sisi lain, berdasarkan penelitian di Science Direct tahun 2018, dilaporkan bahwa cahaya dari mata kucing dapat muncul dalam berbagai warna termasuk biru, hijau, dan kuning.

Mata kucing yang bersinar bukan tanpa tujuan, mereka memilikinya untuk bertahan hidup.

Powell mengungkapkan, tapetum dapat meningkatkan iluminasi retina dalam pencahayaan rendah, memungkinkan kucing mendeteksi perubahan cahaya dan gerakan. Sehingga keterampilan tersebut membantu mereka berburu dalam gelap.

Kucing adalah hewan krepuskular, artinya mereka melakukan sebagian besar perburuannya saat senja. Pada waktu tersebut lah sinar mata kucing digunakan yang berfungsi seperti senter kecil, membantu kucing berjalan melalui bayang-bayang dan membedakan antara mangsa dan pemangsa.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di Merck Veterinary Manual tahun 2018, dibandingkan dengan manusia, kucing dapat menggunakan otot mereka untuk mengontrol seberapa banyak cahaya yang masuk ke mata mereka.

Ketika iris mata kucing mendeteksi terlalu banyak cahaya, maka pupilnya akan menjadi celah untuk menyerap lebih sedikit cahaya.

Kontrol otot ini juga memungkinkan mereka untuk melebarkan pupil mereka sesuai perintah, yang memperluas bidang penglihatan serta membantu menemukan lokasi wilayah mereka.

Article by

Haluan Logo