in

NASA Berhasil Kirim DART untuk Hajar Asteroid yang Ancam Bumi

Misi Double Asteroid Redirection Test (DART) milik NASA.

Misi Double Asteroid Redirection Test (DART) NASA sukses meluncur. Pesawat ruang angkasa untuk misi ini bakal menguji teknologi untuk menghajar asteroid berbahaya agar tidak menabrak dan menghancurkan Bumi.

Dikutip dari BBC, pesawat ruang angkasa ini akan menabrak objek yang disebut Dimorphos untuk melihat seberapa besar kecepatan dan jalurnya dapat diubah.

Untuk diketahui, bongkahan puing kosmik berukuran beberapa ratus meter yang bertabrakan dengan planet kita bisa menyebabkan kehancuran di seluruh Bumi.

Dalam misi ini, roket Falcon 9 yang membawa pesawat ruang angkasa DART meluncur pada pukul 06:20 GMT pada Rabu (24/11/2021) dari Vandenberg Space Force Base di California, Amerika Serikat.

Ini adalah upaya pertama manusia untuk membelokkan asteroid dengan tujuan mempelajari cara melindungi Bumi, meskipun asteroid khusus ini tidak menimbulkan ancaman.

“DART hanya akan mengubah periode orbit Dimorphos dalam jumlah kecil. Dan hanya itu yang diperlukan jika asteroid ditemukan jauh sebelumnya,” kata Kelly Fast dari kantor koordinasi pertahanan planet NASA.

“Kita belum keluar dari masalah, kita harus keluar ke Dimorphos. Meski demikian, ini adalah langkah besar,” lanjut Fast.

Asteroid adalah sisa-sisa penyusun Tata Surya. Dalam peristiwa yang sangat jarang terjadi, di mana jalur batu ruang angkasa mengelilingi Matahari melintasi Bumi sehingga kedua objek berpotongan pada saat yang sama, tabrakan dapat terjadi.

Misi DART senilai USD 325 juta akan menargetkan sepasang asteroid yang mengorbit dekat satu sama lain yang dikenal sebagai biner. Yang lebih besar dari dua objek, yang disebut Didymos, berukuran sekitar 780 meter, sedangkan pendampingnya yang lebih kecil, Dimorphos, lebarnya sekitar 160 meter.

Objek seukuran Dimorphos bisa meledak dengan energi berkali-kali lipat dari bom nuklir biasa, menghancurkan daerah berpenduduk dan menyebabkan puluhan ribu korban.

Sedangkan asteroid dengan diameter 300 meter dan lebih besar, dapat menyebabkan kehancuran di seluruh benua, dan yang lebih besar dari 1 km akan berdampak ke seluruh Bumi.

Article by

Haluan Logo