in

Menerawang yang Terjadi Seandainya Tak Ada Asteroid Penyebab Punahnya Dinosaurus

Ilustrasi dinosaurus. Foto: Dok. Lida Xing

Asteroid dengan diameter 15 kilometer yang pernah menghantam bumi pada puluhan juta tahun yang lalu mampu memusnahkan seluruh populasi dinosaurus. Lalu, apa jadinya jika asteroid ‘lolos’ melewati bumi dan dinosaurus belum punah?

Sebelum itu, perlu diketahui bahwa dinosaurus harus melewati beberapa peristiwa bumi lainnya agar mampu bertahan hingga mencapai kehidupan masa kini. Mengingat keadaan bumi saat itu belum stabil, seperti suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin.

Mengutip dari channel YouTube What If, lima puluh lima juta tahun yang lalu setelah melewati masa asteroid yang menghantam bumi, kondisi suhu bumi meningkat dan lebih panas 8 derajat dari keadaan panas sekarang. Bumi juga masih diselimuti oleh hutan hujan tropis dan vegetasi alam yang subur.

Bagi dinosaurus herbivora seperti sauropoda, mereka diprediksi mampu beradaptasi dengan keadaan ini. Namun, dimungkinkan ada perbedaan kondisi fisik mereka dibandingkan dengan keadaan sebelumnya.

“Tumbuhan pada masa itu masih mengandung sedikit nutrisi dan mudah dicerna. Hal ini membuat ukuran dinosaurus menyusut,” ungkap What If, Senin (29/11/2021).

Menurut palentolog dari Stockton University, New Jersey Matt Bonnan sebagian besar tumbuhan yang hidup pada masa itu adalah pakis dan gimnosperm (termasuk di antaranya ginseng, cycads, dan pohon berdaun jarum). Tumbuhan itu disebut memiliki nutrisi lebih rendah dibandingkan tumbuhan aingospermae.

Bonnan juga berpendapat dimungkinkan ada dinosaurus yang beralih menjadi pemakan buah, seperti sejumlah spesies burung. Sebagaimana dijelaskan olehnya saat ditemui BBC.

”Banyak burung yang makan buah. Jadi, kemungkinan juga ada dinosaurus bukan burung beradaptasi ke diet yang lebih banyak komponen buahnya,” katanya yang dilansir dari BBC.

Kemudian 20 juta tahun setelahnya, Amerika Selatan dan Antartika terpisah yang membuat kondisi bumi semakin mendingin dan kering. Pada keadaan ini, dinosaurus yang berkaki panjang diprediksi akan berpindah ke padang rumput yang luas.

“Dengan kaki lebih ramping dan sanggup berlari cepat, mamalia herbivor pun semakin umum, kalau di masa sebelumnya Anda punya tempat persembunyian namun di padang rumput terbuka tidak ada penghalang lagi,” ungkap Bonnan.

Berbeda dengan mamalia yang ada saat ini, dinosaurus dinilai memiliki kondisi fisik yang lebih menguntungkan. Mereka memiliki gigi yang lebih banyak berkisar 1000 gigi dan penglihatan yang lebih tajam.

Bahkan, hewan-hewan besar yang ada seperti gajah, pun disebut akan menjadi mangsa bagi para dinosaurus. Namun, keadaan ini justru masih menjadi perdebatan di kalangan saintis.

Sebab, belum bisa dipastikan secara rinci apakah hewan mamalia maupun manusia mampu berevolusi bersama dengan dinosaurus bila mereka tidak benar-benar punah. Hanya saja para ilmuwan berpendapat, bila dinosaurus masih ada hingga sekarang pun akan menjadi hewan yang terancam punah dan berada di penangkaran hewan.

Seorang paleontolog dari University of Bristol, Inggris Mike Benton juga menambahkan, dinosaurus tetap akan mengalami kepunahan meskipun tragedi besar asteroid tidak pernah terjadi. Ia meyakini bahwa mamalia yang ada saat ini, tetap akan menggantikan keberadaan dinosaurus.