in ,

3 Alasan dari Marshanda Bahwa Kesempurnaan Merusak Kesehatan Mental

It's oke to be imperfect (foto: instagram.com/marshanda99)
Banyak orang yang ingin menjadi sempurna dan mengejar banyak cara untuk menjadi perfect layaknya manusia yang serba bisa dan ‘paket lengkap’ di mata orang lain. Hal tersebut memang menjadi hal yang lumrah jika dilihat dari misalnya sudut pandang pekerjaan yang harus seoptimal mungin dikerjakan agar bisa meminimalisir kesalahan. Tetapi jika kesempurnan berhubungan dengan kehidupan bahkan penampilan, hal tersebut perlu diperhatikan lagi karena perfect bagi manusia tak akan pernah habis dan selalu saja merasa kurang.
Begitu pula dengan selebriti tanah air yaitu Marshanda, ibu satu anak ini menekankan baha kesempurnaan yang banyak orang inginkan adalah hal yang tidak sehat bahkan bisa saja menghancurkan kesehatan menal seseorang. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Berikut pendapat Marshanda yang ia bicarakan dalam salah satu postingan instagramnya.

Karena ketika manusia tidak puas dengan apa yang dimiliki, ia akan terus berusaha mengisi kembali ruang kosong dengan berbagai macam cara yang belum tentu benar. Padahal dari pada mengisi ruang kosong tersbut yang sedari awal tidak terisi oleh apapun yang belum kita punya, lebih baik menambahkan ruang pada sisi lainnya yang sudah terisi agar lebih luas lagi. Artinya, kita bisa saja mengembangakan potensi yang ada tanpa harus merasa sempurna di mata orang lain.

Ambisi yang terlalu tinggi
Sikap yang seperti ini bagus jika takarannya bisa diatur dan disesuaikan dalam kondisi ataupun keadaan. Hal tersebut bisa saja merusak jika niat ataupun keinginan menjadi sempurna terus menghantui bahkan diri kita sendiri menuntut hal itu.

Berjalan ke arah yang salah

Maskudnya kesempurnaan bisa membawa seseorang ke jalan yang tidak benar, karena erlalu berambisi untuk mencapai standar yang tak masuk akal, kesehatan mental kita bisa terganggu dari mulai hal-hal kecil seperti cemas hingga merambat kea rah yang lebih besar yaitu keinginan untuk mempunyai semua hal tanpa tahu batasan diri dan kapasitas diri kita sendiri.

Article by

Haluan Logo