in

3 Tips Mengendalikan Kecemasan dan Kekhawatiran

Ilustrasi cemas. Foto: iStock.

Psikolog klinis, Helene Brenner menyebut kecemasan adalah sistem peringatan. Kecemasan berfungsi memperingatkan kita akan kemunculan bahaya atau ancaman. Nah, karena kecemasan itu menjadi tujuan yang bermanfaat untuk mengingatkan kita akan bahaya nyata, dan jawaban bukan untuk menghilangkannya, melainkan mempelajari cara menanganinya.

Berikut ini 3 cara mengelola kecemasan menurut pakar kesehatan mental

1. Jangan menekan kecemasan

Tujuan Anda bukan untuk menghilangkan kecemasan melainkan untuk menyadari dan menanganinya. Carla Marie Manly, seorang psikoterapis mengatakan, jika ia membaca sesuatu yang membantunya cemas. Ia akan berhenti dan bernafas untuk menanganinya saat itu. “Ketika sedang cemas dan melewatinya, kita membantu sistem saraf pusat untuk menurunkan regulasi, nah saat itulah Anda mengatur pernafasan” kata Manly.

2. Tetap terinformasi, tapi jangan biarkan berita mengambil alih diri Anda

Terutama dalam hal virus penyakit mematikan, sangat penting untuk mengetahui berita terbaru. Namun, Anda juga akan mendapat manfaat dari menjauh dari berita dan sosial media setelah Anda mendapatkan informasi terbaru. Jika tidak, informasi berulang kali dibombardir dengan informasi dapat mempengaruhi emosi kita dan, pada gilirannya, pikiran kita. “Itu bisa menjadi pemicu stres,” kata psikoterapis dan ahli saraf berlisensi Nan Wise.

3. Lakukan hal-hal yang Anda sukai

Lakukan hal yang Anda sukai namun dalam kondisi tetap aman. Anda bisa membaca buku kesayangan atau mendengar lagu favorit.

Article by

Haluan Logo