in

Tips Meningkatkan Semangat Anak untuk Belajar

Ilustrasi anak belajar

Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang perlu membutuhkan motivasi. Secara umum, motivasi membuat kewajiban jadi terasa mudah, bukan sebagai beban.

Secara umum, motivasi adalah dorongan untuk melakukan sesuatu demi mencapai suatu kepuasan. Sehingga, keberadaan motivasi akan membuat seseorang merasa nyaman saat melakukan sebuah hal, misalnya motivasi untuk belajar.

Tak dapat dipungkiri, pendidikan sebagai cerminan perilaku merupakan hal vital dalam kehidupan. Namun, motivasi guna mendapatkan pendidikan itu sendiri tak mudah diperoleh. Kadang, ada sistem pembelajaran yang tak cocok, atau cara mengajar guru yang tak sesuai.

Pada kondisi tersebut, mengikuti bimbingan belajar (bimbel) di luar jam sekolah, baik offline maupun online, dapat menawarkan suasana baru yang membangkitkan motivasi. Terlebih, belajar memang sebaiknya dilakukan semua orang, dan merupakan proses yang panjang.

Untuk meningkatkan dan mempertahankan motivasi untuk belajar itu, Anda bisa melakukan hal seperti berikut.

  1. Pilih Metode Pembelajaran

Tidak semua orang memiliki metode pembelajaran yang sama. Ada beberapa metode dengan karakteristik masing-masing, yaitu gaya belajar visual, auditori, serta kinestetik. Jika gaya belajar visual mengandalkan indera penglihatan, biasanya anak menyukai praktik percobaan atau peragaan.

Cara tepat anak dengan metode pembelajaran visual adalah melalui gambar atau video, buku dengan ilustrasi, penggunaan spidol berwarna saat membuat catatan, serta membuat mind mapping yang akan memudahkan pembelajaran.

Lalu, ada gaya belajar auditori yang unggul pada indera pendengaran yang terfokus. Mereka mampu memahami materi dengan mendengarkan, khususnya yang berkaitan dengan proses menghafal, membaca, atau soal cerita.

Anak dapat mencoba belajar sambil mendengarkan musik favorit, yang tentunya harus disesuaikan dengan lokasi. Selain itu, penjelasan guru dapat direkam untuk kemudian didengarkan ulang.

Sedangkan gaya belajar kinestetik melibatkan gaya gerak, misalnya olahraga, menarik, atau bermain alat musik. Tidak ada cara yang lebih baik bagi anak dengan gaya belajar ini untuk langsung mempraktikkan materi dari guru, serta melakukan gerakan-gerakan kecil saat menjalani proses belajar guna membantu konsentrasi.

  1. Manfaatkan Media

Pelajar akan selalu memiliki media pembelajaran pribadi, baik buku, laptop, sampai gadget. Media tersebut perlu digunakan untuk berkreasi sehingga memaksimalkan potensi.

Contohnya, membuat rangkuman yang menarik pada buku dengan spidol warna-warni dan stiker, atau membuat video pembelajaran memanfaatkan aplikasi editing.

  1. Istirahat

Tak kalah penting dalam meningkatkan dan menjaga motivasi, adalah istirahat. Tidak ada gunanya memaksa otak dan tubuh terus menerus belajar selain hanya membuatnya kelelahan.

Setiap proses belajar harus selalu disertai dengan relaksasi, baik otak maupun tubuh. Karena itu, dibutuhkan penentuan jam ideal untuk belajar dan beristirahat, misalnya bersama orang tua atau bermain dengan hewan kesayangan.

Article by

Haluan Logo