in

Batasi Baca Medsos untuk Tangkal Psikosomatik

Ilustrasi Media sosial. Foto: Wikipedia

Ketidakpastian kapan pandemi berlalu dan beredar kabar terkait COVID-19 bisa berdampak pada kesehatan mental, seperti psikosomatik. Kondisi fisik yang terkait masalah psikologis. Menurut Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, Jiemi Ardian gejala psikosomatik yang paling sering ialah gangguan tidur, lalu disusul gangguan fisik seperti diare, mual, dan pusing.

Penyebab gejala tersebut karena faktor Anda menonton acara berita atau membaca media sosial. Sebab itu, Jiemi menganjurkan agar kita bisa memilih informasi mana yang nyaman ditonton dan batasi durasi waktunya.

“Sebab tubuh kita yang paling aware sejauh mana batas kemampuan kita meresponsnya. Secara teknis misalnya akan nonton berita dari jam 5-7 atau di jam khusus. Pilih platform media sosial (medsos) jangan semua dibaca, Instagram dan Twitter dibaca. Pilih yang kita mampu,” kata Jiemi dilansir Tempo.

Jika Anda terus membaca berita negatif, maka untuk balance dibutuhkan empat berita positif agar tubuh kita seimbang. “Beberapa teman-teman mungkin sulit bergeser, tidak semua cocok dengan berita positif tapi jelas berita negatif memberatkan. Atau Anda coba membaca berita netral,” lanjutnya.

Begitu pula kalau kita memiliki beberapa grup Whatsapp, kita fokus mana yang intens kita ikuti dan penting buat diri kita. “Jangan dibaca semua, pilihan left sementara nggak apa-apa, semua demi kesehatan kita,” lanjutnya.

Menurut Jiemi, sisa waktu kita mengurangi baca berita dan sementara menonaktifkan grup Whatsapp bisa digunakan untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat. “Misalnya merawat diri sendiri entah dengan cara memelihara hewan, minum teh, kalau bisa yoga atau meditasi. Lakukan sesuatu yang dapat merawat kesehatan mental kita,” katanya.