in

Ini Bahaya Makan Sambil Berdiri

Ilustrasi makan apel. Shutterstock.

Makan berdiri biasanya dilakukan orang di resepsi pernikahan, di kafe, atau saat nongkrong dengan teman-teman. Apakah berdiri sambil makan dapat mempengaruhi pencernaan?

Peyton Berookim, ahli gastroenterologi bersertifikat ganda di Institut Gastroenterologi California Selatan menjelaskan bagaimana makan sambil berdiri mempengaruhi pencernaan. Menurut dia, beberapa perubahan yang relatif kecil dalam pencernaan dan pola makan cenderung terjadi saat mengunyah.

“Pertama, dari fisiologis, berdiri sembari makan bisa menyebabkan darah mengumpul di kaki hanya karena gravitasi,” kata dia dilansir Wellandgood. “Hal ini bisa menyebabkan penurunan aliran darah ke usus yang diperlukan dalam pencernaan. Akibatnya, pencernaan tak akan lancar dan Anda mungkin mengalami kelebihan gas dan gangguan pencernaan.”

Berookim melanjutkan efek serupa berlaku untuk menggerakkan tubuh secara langsung setelah makan, yang bisa meningkatkan pencernaan lebih cepat dan menyebabkan penyerapan nutrisi yang tak memadai. Efek ini tak membuat susah tidur. Berookim menyatakan semakin cepat Anda makan, semakin besar kemungkinan untuk menelan udara, yang bisa menghasilkan gas ekstra di perut.

“Makan cepat dan mengunyah kurang teliti juga bisa menyebabkan kram perut atau ketidaknyamanan, karena perut akan membutuhkan lebih banyak waktu dalam memecah dan mencerna makanan,” kata dia.

Karena itu, Berookim merekomendasikan duduk ketimbang berdiri sambil makan dan melihat apakah gejala mereda. Menurutnya, saat duduk sambil makan tidak hanya baik untuk tubuh tapi juga untuk pikiran. Pada tinjauan 2019 dalam Journal of Integrative Medicine menjelaskan praktik pikiran-tubuh seperti makan intuitif bisa mempertahankan dominasi PSNS (sistem saraf parasimpatis), membantu menumbuhkan homeostasis sistem saraf otonom (ANS) yang vital sebagai fungsi pencernaan yang optimal.

Article by