Liverpool melangkah ke final Liga Champions disertai lima fakta menarik yang berisi rekor klub dan pemain. Berikut tujuh fakta fantastis Liverpool ke final Liga Champions.
Setelah kemenangan 2-0 atas Villarreal di Stadion Anfield, Liverpool sempat dikejutkan performa skuad The Yellow Submarine pada leg kedua semifinal Liga Champions. Gawang Alisson Becker sempat kebobolan dua gol pada babak pertama. Liverpool kemudian bangkit pada babak kedua dan mengemas kemenangan 3-2.
Fabinho menjadi pencetak gol pertama Liverpool, disusul Luis Diaz, dan Sadio Mane yang membobol gawang Geronimo Rulli.
Dengan kemenangan tersebut Liverpool unggul 5-2 secara agregat atas Villarreal. The Reds pun melaju ke partai perebutan gelar juara dan masih menunggu lawan yang akan dihadapi, antara Manchester City atau Real Madrid.
Liverpool kini memiliki peluang mengangkat trofi Si Kuping Lebar sebagai tanda kegemilangan prestisius di ajang Liga Champions.
Berikut deretan fakta menarik tentang lolosnya Liverpool ke final Liga Champions:
- Liverpool masuk ke final Liga Champions untuk kali ketiga dalam lima tahun terakhir. Tiga status finalis tesebut ditorehkan bersama Jurgen Klopp duduk di bangku pelatih. Klopp kali pertama mengantar Merseyside Merah ke final Liga Champions pada musim 2017/2018. Ketika itu Liverpool kalah 1-3 dari Real Madrid di partai final. Semusim berselang, Liverpool kembali ke laga puncak dan menjadi juara usai mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0.
- Liverpool menjadi klub pertama asal Inggris yang bisa menembus final Liga Champions sebanyak 10 kali. Selain tiga final di era Klopp, Liverpool juga tampil di final pada 2006/2007, 2004/2005, 1984/1985, 1983/1984, 1980/1981, 1977/1978, dan 1976/1977. Dari sembilan laga final sebelumnya, Liverpool enam kali tampil menjadi juara dan merupakan
- Tiga gol yang disarangkan ke gawang Villarreal membuat Liverpool sudah mengemas 139 gol sepanjang musim 2021/2022. Jumlah tersebut merupakan rekor gol terbanyak dalam satu musim selama 129 tahun. Mohamed Salah dan kawan-kawan mencetak 139 gol pada musim ini dalam 57 pertandingan. Jika dirata-rata maka Liverpool mencetak 2,4 gol per pertandingan pada musim ini.
- Sadio Mane mempertajam catatan gol di fase knock out Liga Champions. Tambahan satu gol ke gawang Villarreal membuat penyerang asal Senegal itu sudah melesakkan bola sebanyak 14 kali ke gawang lawan di fase gugur. Mane mengalahkan Salah yang mengoleksi 11 gol di fase gugur. Sementara Roberto Firmino memiliki catatan 10 gol dan Steven Gerard enam kali mencetak gol di fase yang sama.
- Kegemilangan Liverpool pada musim ini juga menjadikan mereka sebagai klub Inggris pertama yang tampil dalam tiga laga final sekaligus, yakni Liga Champions, Piala FA, dan Piala Liga.
- Sukses Liverpool musim ini juga memengaruhi catatan impresif Ibrahima Konate. Bek tengah anyar asal Prancis itu sudah bermain 24 kali tanpa kalah saat membela Liverpool. Konate yang didatangkan dari RB Leipzig pada awal musim ini mencatatkan 19 kemenangan dan lima kali imbang ketika dimainkan Klopp.
- Kemenangan Liverpool atas Villarreal membuat skuad The Yellow Submarine tak pernah menang atas klub-klub Premier League di Liga Champions kali ini. Villarreal yang menundukkan Juventus dan Bayern Munchen tak berdaya saat berjumpa wakil Inggris. Sebelum kalah dua kali dari Liverpool, Villarreal juga merasakan dua kekalahan dari Manchester United pada fase grup.
