in

Ji Chang Wook Alami Kesulitan Jadi Pesulap Misterius dalam Drama The Sound of Magic

Ji Chang Wook. Foto: Instagram.

Aktor, Ji Chang Wook mengaku kesulitan berperan sebagai Ri Eul di drama The Sound of Magic. Ri Eul adalah pesulap misterius yang ingin tetap menjadi anak-anak selamanya. Tinggal di reruntuhan taman hiburan yang ditinggalkan, ia membangkitkan rasa ingin tahu dan kecurigaan pada orang-orang yang tinggal di dekatnya.

“Ia adalah pesulap misterius, dia sangat menyukai sulap dan saat dia tumbuh dewasa, dia tetap ingin menjadi anak kecil, dia adalah pesulap yang misterius,” kata Ji Chang Wook saat konferensi pers baru-baru ini.

Menurut Ji Chang Wook, Ri Eul bakal terus membuat para penonton bertanya-tanya mengenai siapa dia sebenarnya. Ji Chang Wook mengatakan Ri Eul hidup dalam dunia ciptaannya sendiri dan selalu terlihat bahagia. Fokus utama Ji Chang Wook saat mendalami karakter Ri Eul ialah kembali mengenang masa kecilnya.

“Saya membutuhkan proses menemukan kembali perasaan masa kecil yang hilang saat menjadi dewasa dan mimpi yang murni saya impikan ketika saya masih kecil,” katanya.

“Ini benar-benar sulit. Saya melihat banyak video pesulap Lee Eun Gyeol, tapi saya harus lebih ekspresif saat melakukan sulap, dia seperti artis bukan hanya pesulap, jadi saya merasakan banyak tekanan,” kata dia.

Walau mengalami kesulitan, Ji Chang Wook merasa terlibat dalam The Sound of Magic merupakan pengalaman baru yang menyenangkan dan berkesan. “Saya berterima kasih kepada diri saya sendiri, ini adalah kesempatan seumur hidup ketika saya memiliki kesempatan seperti ini, saya menjadi pesulap,” katanya.

The Sound of Magic mengikuti perjalanan hidup Yoon Ah Yi (Choi Sung Eun), siswa sekolah menengah yang merawat adik perempuannya setelah ayah mereka gagal dalam bisnis dan menghilang. Yoon Ah Yi bekerja berbagai pekerja paruh waktu untuk mencari nafkah. Suatu malam, ia menemukan dirinya menuju ke sebuah taman hiburan yang ditinggalkan di lingkungannya. Di sana, dia bertemu Ri Eul, pesulap yang tampaknya telah menunggunya.

Article by