in

Jumlah Tidur Ideal untuk Usia Dewasa, Paruh Baya dan Tua Menurut Studi

Ilustrasi susah tidur pada lansia. Foto: Shutterstock.

Mungkin Anda sudah sering mendengar bahwa orang dewasa membutuhkan tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam, namun penelitian baru menunjukkan jumlah yang tepat dari kualitas tidur yang bisa mendukung kemampuan kognitif menangkal tanda awal demensia, dan juga melindungi kesehatan mental. Studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Aging menemukan bahwa sekitar tujuh jam tidur sangat ideal untuk orang dewasa paruh baya dan bahkan lebih tua.

Penelitian menemukan bahwa apa pun yang lebih atau kurang dari tujuh jam dikaitkan dengan penurunan kemampuan mengingat, mempelajari hal-hal baru, memecahkan masalah, dan membuat keputusan. Selain itu, kurang tidur juga dikaitkan dengan gejala kecemasan dan depresi dan kesejahteraan keseluruhan yang lebih buruk.

Studi ini memang memiliki beberapa keterbatasan dalam data, khususnya 94 persen dari peserta melaporkan bahwa mereka adalah keturunan Eropa dan Kaukasia. Selain itu, penelitian hanya mengukur laporan diri tentang berapa lama peserta tidur, bukan kualitas tidur mereka. Michael Breus, Penasihat Tidur Oura yang tak terlibat dalam penelitian ini, mencatat bahwa karena ini, data mungkin tidak bisa ditransfer ke semua populasi.

Para peneliti dari China dan Inggris menganalisis data UK Biobank dari 500 ribu orang dewasa berusia 38 hingga 73 tahun. Mereka yang terlibat dalam penelitian ditanya mengenai pola tidur, kesehatan mental, dan kesejahteraan mereka, dan juga mengambil bagian dalam beberapa tes kognitif.

“Walaupun kami tidak bisa mengatakan secara meyakinkan bahwa terlalu sedikit atau terlalu banyak tidur menyebabkan masalah kognitif, analisis kami yang mengamati individu dalam jangka waktu yang lama tampaknya mendukung gagasan ini,” kata Jianfeng Feng, seorang penulis korespondensi studi mengatakan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari laman Prevention.

Tim menemukan jumlah tidur berdampak pada struktur beberapa daerah otak yang terlibat dalam pemrosesan kognitif dan memori dan perubahan negatif terbesar ditemukan pada orang yang tidur lebih atau kurang dari tujuh jam.

Abhinav Singh, ahli tinjauan medis di The Sleep Foundation yang tidak terlibat dalam penelitian ini menjelaskan bahwa kurang dari tujuh jam tidur saja tidak cukup waktu bagi otak Anda untuk mereset dirinya sendiri. Produk yang disebut b-amyloid bisa menumpuk di otak tanpa tidur yang cukup pada individu yang kurang tidur secara kronis, dan dikaitkan dengan penyakit Alzheimer.

Article by