in

Langkah-langkah Mengolah Bawang Merah Menjadi Pestisida dan Pupuk

Bawang merah. Foto: Freepik

Saat ini, merawat tanaman menjadi kegiatan yang banyak dilalukan orang di tengah kegiatan lainnya di rumah.

Untuk memastikan tanaman tumbuh dengan baik dan subur, tak hanya penyiraman yang harus dilakukan, namun Anda juga harus memberi pupuk dan menjauhkan hama dengan menggunakan pestisida.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, selain menggunakan pestisida dan pupuk kimia, Anda bisa menggunakan berbahan organik seperti kulit bawang merah. Tentunya selain lebih praktis dan hemat, hasilnya akan lebih baik karena terbuat dari bahan alami, salah satunya bawang merah.

Bawang merah mengandung senyawa acetogenin. Pada konsentrasi tinggi, senyawa tersebut memiliki keistimewaan sebagai anti-feeden. Zat ini akan mengakibatkan serangga atau hama enggan memakan tanaman, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Selain berpotensi membunuh hama ulat, atau jamur, kulit bawang merah juga memiliki manfaat lain, yaitu zat dan senyawa yang ada pada kulit bawang merah dapat memberikan kesuburan bagi tanaman sehingga mempercepat proses tumbuhnya buah dan bunga pada tumbuhan.

Berikut cara membuat pestisida dan zat perangsang tumbuh dari kulit bawang merah.

Bahan dan alat yang dibutuhkan:

  • Bawang merah yang akan dikupas
  • Air secukupnya
  • Botol plastik atau kaca
  • Saringan
  • Botol semprot

Cara pembuatan

  • Kupas bawang merah, lalu ambil kulitnya. Masukkan ke dalam botol plastik atau kaca hingga seperempat atau setengah botol.
  • Tambahkan air ke dalam botol hingga hampir penuh, kocok sebentar. Biarkan rendaman hingga dua hari.
  • Ambil rendaman air kulit bawang, lalu saring airnya. Pindahkan air ke dalam botol semprot, lalu pestisida siap digunakan.
  • Semprotkan pestisida ke daun atau batang tanaman yang terkena hama secara merata di seluruh permukaan daun dan batang. Jangan lupa untuk menyemprotkan bagian bawah daun biaanya juga terdapat hama.
  • Gunakan pestisida bawang ini tergantung tingkat keparahan hama, bisa seminggu satu kali, seminggu, dua kali bahkan seminggu tiga kali.

Perhatikan perkembangan kesehatan tanaman selalu. Sebagai zat perangang tumbuh atau ZPT anda bisa menyiram air dari rendaman kulit bawang ke media tanam. Sementara itu, kulit bawang merah pun tidak perlu dibuang, bisa diberikan pada media tanam.