Dokter umum sekaligus pembuat konten Kesehatan, Kevin Mak mengatakan penggunaan MSG dalam kadar wajar relatif aman bahkan efektif dalam menurunkan konsumsi garam harian secara signifikan.
“Konsumsi masakan rendah garam tetap kita perlukan untuk kegiatan sehari-hari dan agar fungsi organ kita tetap optimal, tetapi dengan penambahan alternatif seperti MSG kita tetap bisa menjaga kadar sodium atau natrium kita lebih rendah,” kata Kevin dalam seminar virtual Bersama Katadata dan Ajinomoto mengenai Mitos dan Fakta seputar MSG, Selasa, 6 Juli 2022.
WHO merekomendasikan batas maksimal konsumsi MSG adalah enam gram per hari. Sementara, Kemenkes RI merekomendasikan batas aman konsumsi MSG sebanyak lima gram per hari.
Selain itu, ia juga menepis anggapan mengonsumsi MSG dapat berpengaruh terhadap kecerdasan. Menurutnya, hingga tahun 2022 ini belum ada penelitian yang menyatakan MSG dapat menyebabkan dampak negatif pada otak.
Glutamat dalam MSG berperan aktif untuk pembentukan memori, karena glutamat merupakan asam amino yang berperan sebagai neuro transmitter atau senyawa yang membantu proses otak berjalan efektif dan optimal. “Jadi tidak ada hubungannya terhadap otak, sistem saraf pusat, maupun sistem saraf tepi kita,” kata dia.
Mitos lainnya yang juga keliru terkait MSG menurut Kevin yaitu menyebabkan darah tinggi dan kanker. Ia menegaskan faktor tertinggi terjadinya darah tinggi adalah dari keturunan, gaya hidup yang tak aktif, radikal bebas dan pola makan yang tidak sehat.
Penggunaan MSG, menurutnya justru terbukti memiliki banyak manfaat salah satunya menurunkan kadar natrium, merangsang nafsu makan, membantu kerja enzim pencernaan dan kerja sel usus.
