in

Cara Mengetahui Bau Badan Tidak Normal

Ilustrasi mulut kering. Foto: mnn

Setiap orang memiliki aroma tubuh yang berbeda, namun terkadang aroma itu belum tentu menyenangkan. Bau badan merupakan hal yang normal dan menjadi salah satu gejala kesehatan tubuh Anda, bekerja dengan baik. Namun sulit mengetahui seperti apa sebenarnya aroma tubuh Anda, tapi tetap penting untuk diperhatikan, karena aroma tubuh Anda bisa menunjukkan banyak hal tentang kesehatan Anda.

Sebagian besar bau badan dikaitkan dengan campuran keringat, bakteri, dan kotoran lingkungan yang menumpuk di kulit Anda, menurut dokter kulit Joshua Zeichner. “Bau badan jadi lebih kuat dari waktu ke waktu, karena lebih banyak bakteri dan keringat menumpuk di kulit, dan mereka berinteraksi satu sama lain. Ini tidak berbahaya, karena bakteri sehat hidup bersimbiosis di tubuh kita,” katanya.

Namun, mungkin ada bau badan yang tak sedap yang berada di luar norma ini. Beberapa tidak masalah, sementara yang lain mungkin menandakan bahwa ada sesuatu yang terjadi pada kesehatan Anda. “Banyak kondisi kesehatan yang memiliki bau khas yang terkait dengannya,” apakah bau itu “bau nafas, bau badan, bau urin, atau pun tinja,” kata ahli gizi, Tamara Duker Freuman.

Bau badan terjadi saat keringat, yang diproduksi kelenjar apokrin (sering disebut sebagai “kelenjar keringat”), bercampur dengan bakteri pada kulit. “Kelenjar apokrin merupakan kelenjar yang berhubungan dengan folikel rambut, dan mereka terkonsentrasi di aksila dan selangkangan,” kata dokter kulit Rebecca Marcus. “Keringat yang dihasilkan kelenjar ini terdiri dari air, lipid, garam, dan hormon, dan saat jenis keringat ini bercampur dengan bakteri di kulit, bau badan akan muncul.”

Dokter kulit Lian Mack menambahkan keringat itu sendiri tak berbau busuk. “Namun, saat bakteri di kulit mulai memecah keringat, itu menghasilkan bau yang tidak sedap,” katanya.

Saat bau badan Anda tercium, bau badan kerap dikaitkan dengan tiga hal: stres, diet dan/atau kondisi medis yang mendasarinya.

Kondisi medis tertentu juga menyebabkan bau aneh, walaupun hal ini sangat jarang terjadi. “Secara umum, bau ini disebabkan oleh senyawa metabolik, yang disekresikan dalam keringat, napas, atau urin, yang memiliki bau tertentu,” ahli gastroenterologi Nitin Kumar.

Sementara “sindrom bau ikan”, seperti yang dijelaskan Freuman, kondisi genetik langka ini disebut trimetilaminuria, membuat tubuh tak mampu memecah senyawa kimia berbau tajam yang ditemukan pada ikan, sayuran silangan, dan kedelai. Ini menyebabkan bau ikan yang menyeluruh pada orang yang memiliki kondisi tersebut.