in

Olahraga Tepat untuk Penderita Sindrom Iritasi Usus Besar

Ilustrasi olahraga di tempat tidur (Foto: Pixabay)

Bagi Anda penderita gangguan gastrointestinal kronis, seperti sindrom iritasi usus besar, olahraga merupakan cara yang baik untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh. Olahraga bisa mendorong otot usus mencerna lebih baik.

Dokter dan praktisi kedokteran fungsional, Erin Hendriks, menjelaskan jenis olahraga terbaik untuk penderita sindrom iritasi usus besar berupa latihan aerobik tingkat rendah yang menghindari gerakan tiba-tiba yang memicu gejala. “Ada banyak aspek dari latihan berdampak rendah yang secara khusus membantu orang-orang dengan sindrom iritasi usus.

Manfaat latihan aerobik berdampak rendah untuk penderita sindrom iritasi usus
– Membuat tidur malam lebih nyenyak dan mencegah kekambuhan
– Menenangkan stres, yang dapat mengurangi gejala sindrom iritasi usus besar karena masalah gastrointestinal terkait dengan stres.
– Memiliki sifat anti-oksidan dan anti-inflamasi, yang dapat menurunkan peradangan sistemik dan memperbaiki gejala sindrom iritasi usus besar

Tak hanya jalan kaki, olahraga low-impact lainnya seperti bersepeda, pilates, atau berenang. Dr Hendriks merekomendasikan hiking, karena dampak menenangkan berada di alam jadi berolahraga sembari mengurangi stres. Saat melakukan latihan berdampak rendah hingga sedang, pernapasan akan menjadi lebih cepat, namun Anda masih dapat melakukan percakapan.

Lantas olahraga apa yang perlu dihindari penderita sindrom iritasi usus besar

“Tak semua jenis aktivitas aerobik cocok untuk penderita sindrom tersebut. Beberapa bentuk olahraga terlalu mendadak, terlalu banyak melompat yang dapat mengganggu sistem pencernaan Anda dan berpotensi memperburuk sakit perut, kram, kembung, dan gejala lainnya,” kata Dr. Hendriks.

Dr. Hendriks mengingatkan untuk menghindari aktivitas berat seperti lari jarak jauh, HIIT, CrossFit, dan seni bela diri cepat. Namun, dia mengatakan jika Anda menyukai bentuk latihan ini, Anda selalu bisa memodifikasi aktivitasnya. Misalnya, di kelas HIIT, ubah jump squat jadi squat dengan tumit terangkat. Atau jika Anda suka lari, cari rute yang tidak terlalu berdampak pada tubuh Anda, seperti jalan setapak atau rumput, atau lari dengan kecepatan lebih lambat.