in

Skenario Pembuatan Bungker Manusia di Bulan

Ilustrasi astronaut mendarat di bulan. Foto: NASA

NASA punya visi mendirikan pos atau bungker agar manusia bisa bertahan hidup lebih lama di Bulan. Ketika NASA kembali mengirim manusia ke Bulan akhir dekade ini, visinya akan lebih luas, salah satunya ingin

Untuk mendukung tujuan itu, sebuah perusahaan asal Amerika Serikat (AS) bernama AI SpaceFactory telah meluncurkan desain bungker hasil cetak 3D yang dapat melindungi astronaut dari radiasi, meteorit, dan gempa Bulan.

Bunker AI SpaceFactory punya desain cangkang unik yang dicetak menggunakan printer 3D. Cangkang ini juga menggabungkan pohon fotovoltaik untuk menangkap dan memanen energi Matahari.

Dalam dekade berikutnya, misi Artemis NASA akan mengirim astronaut ke kutub selatan Bulan, sebuah wilayah yang digambarkan sebagai ‘Puncak Cahaya Abadi’, di mana Matahari konstan dan berada pada sudut datang yang rendah.

LINA (Lunar Infrastructure Asset), demikian pangkalan itu disebut, akan dibangun oleh robot otonom di dekat kawah Shackleton, di mana sinar Matahari yang hampir terus-menerus di puncak dapat memungkinkan sumber daya dari tenaga surya. Tidak hanya itu, bayangan konstan di bagian dalam kawah juga memungkinkan pengambilan es air.

“Saat kami memperluas cakrawala tentang apa yang mungkin terjadi di masa depan, LINA adalah tonggak arsitektur dan teknologi yang menjadi preseden untuk mengejar eksplorasi lebih jauh dari Bulan kita,” kata tim desain.

Dirancang bisa bertahan setidaknya 50 tahun, LINA akan melindungi rover berawak bertekanan seperti kendaraan eksplorasi luar angkasa, perangkat telekomunikasi, dan modul tempat tinggal.

Bunker Bulan akan ditutupi dengan regolit Bulan, sehingga memberikan perlindungan maksimum dari radiasi Matahari dan kosmik yang mematikan, mikrometeorit, aktivitas seismik Bulan (gempa Bulan), dan ayunan termal yang ekstrem.

Desain LINA berasal dari kolaborasi antara AI SpaceFactory dan NASA untuk mengembangkan teknologi untuk konstruksi permukaan Bulan dalam jangka waktu misi Artemis.

Untuk membangunnya, AI SpaceFactory sedang mengembangkan sistem pencetakan 3D dengan rating ruang yang dirancang untuk beroperasi dalam ruang hampa dengan suhu mulai dari -170°C hingga 70°C.

Prototipe pertama, dibangun bersama NASA, sedang menjalani pengujian di ruang lingkungan Bulan di Kennedy Space Center yang mereplikasi kondisi di kutub selatan Bulan.

Struktur bangunan ini diharapkan dapat mendukung tempat tinggal jangka panjang dan melakukan perjalanan ke lebih banyak planet. NASA berencana mendaratkan manusia di Bulan lagi pada 2024.

Pada Agustus mendatang, NASA berencana mengirim manekin ke luar angkasa sebagai bagian dari misi Artemis I. Artemis I akan membuka jalan bagi penerbangan berawak Artemis II, yang akan diluncurkan pada Mei 2024 dan terbang di Bulan tanpa mendarat di atasnya, dan Artemis III, benar-benar akan mendarat di permukaan Bulan.

Artemis III, yang akan diluncurkan sekitar tahun 2025 akan menjadi yang pertama mendaratkan manusia di Bulan dalam lebih dari 50 tahun, sejak Apollo 17 pada Desember 1972.

Article by