in

Ciri-ciri Kaca Film Mobil Sudah Harus Diganti

Ilustrasi Kaca Film Mobil

Banyak komponen penunjang mobil yang harus diperhatikan agar aktivitas berkendara lebih nyaman, di antaranya kaca film.

Kaca film berfungsi mengurangi cahaya yang masuk ke dalam kabin sehingga suhu di dalam mobil akan terasa lebih sejuk. Kenyamanan dalam kabin tentu bisa memberikan efek kenyamanan dalam berkendara.

Penggunaan kaca film umumnya bisa hingga bertahun-tahun. Namun, ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat usia kaca film menjadi lebih singkat. Kapan sebaiknya mengganti kaca film?

Ahli kaca film dari 3M Indonesia Iwan Pratama mengatakan, pertama penggantian kaca film sebaiknya dilakukan ketika warna sudah mulai berubah. Sebab itu tanda perlindung kaca film mobil sudah mulai turun.

“Ekspektasi orang mengenai kaca film yang pertama itu tampilan. Tampilan sama dengan performa. Kalau tampilan sudah berubah yang semula belinya hitam lalu lama-lama warnanya hilang itu sama dengan performanya sudah berkurang,” kata Iwan di Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu (16/7/2022).

Kedua, penggantian kaca film dapat dilakukan ketika mulai timbul gelembung. Adanya gelembung disebabkan daya tahan kaca film telah melemah sehingga tidak lagi melekat pada kaca mobil.

“Yang semula menempel optimal tetapi lambat laun lemnya tidak bisa megang dan lepas akhirnya menjadi gelembung, itu juga menjadi parameter dia harus ganti kaca film, karena kaca film itu adalah tampilan,” kata dia

Iwan menjelaskan perlu dilakukan perawatan yang tepat untuk menjaga kaca film pada mobil tetap awet.

Salah satunya dengan menjaga kebersihan kaca film. Apabila ditemukan adanya noda minyak atau debu, harus segera dibersihkan dengan menggunakan material yang kering dan lembut. Jika noda membandel, proses pembersihan bisa ditambahkan dengan air dan sampo.

Selain itu, material untuk membersihkan kaca film sebaiknya dibedakan dengan material untuk membersihkan bodi mobil. Hal itu untuk mencegah terjadinya goresan pada kaca film.

“Katakanlah lapnya bukan kain yang lembut, halus dan bersih. Lapnya habis digunakan untuk mengelap bodi, di mana di situ ada remah debu lalu dibuat untuk mengelap kaca film. Itu potensi baretnya lebih besar karena lap yang tidak bersih,” kata Iwan.

Selanjutnya, hindari penggunaan bahan pembersih yang memiliki kandungan minyak dan asam tinggi. Hal tersebut berpotensi merusak produk kaca film.

“Pembersihan yang menggunakan bahan-bahan yang bersifat asam atau minyak akan mengurangi umur dari kaca film tersebut. Jadi tidak direkomendasikan menggunakan bahan-bahan yang bersifat asam atau bahan yang mengandung minyak,” pungkas dia.

Article by