Kaldu dibuat dari daging, sayuran, dan rempah-rempah guna menciptakan rasa khas. Hampir semua jenis daging dapat dimanfaatkan menjadi kaldu, apalagi kaldu tulang, sangat populer. Semua jenis tulang bisa digunakan untuk membuat kaldu tulang, termasuk daging sapi, domba, dan ayam.
Daging yang direbus sebagai bahan kaldu membutuhkan waktu singkat, karena daging menjadi keras apabila dimasak terlalu lama. Sering digunakan dalam bahan dasar sup atau cairan masakan, kaldu bisa digunakan untuk saus, semur, pangsit, hidangan yang ditumis, sup, dan masakan lokal.
Menyoal nutrisinya, kaldu mengandung sekitar setengah kalori per cangkir, ini mungkin pilihan yang lebih disukai bagi mereka yang membatasi asupan kalori. Apalagi membuat kaldu buatan sendiri sebagai pengganti kaldu yang dibeli di toko merupakan cara yang bagus untuk menggunakan semua bahan yang tersedia di dapur juga sekaligus mengurangi limbah makanan.
Dengan merebus tulang dan air selama lebih dari 12 jam, atau selama dua hari, kolagen diekstraksi dari tulang ke cairan.
Sebagai sumber kolagen, protein yang ditemukan di jaringan ikat ini sangat penting dalam penyembuhan luka, kesehatan kuku, elastisitas kulit, dan rambut, serta peningkatan kesehatan sendi. Satu cangkir kaldu tulang ayam, misalnya, mengandung sekitar 10 gram protein.
Jika mengonsumsi kaldu, Anda akan mendapatkan kalsium, fosfor, magnesium, vitamin A, vitamin K2, zat besi, seng dan selenium dalam kaldu tulang. Mikronutrien ini penting guna memproses energi pada tubuh dan menjadi bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan.
