Secara tradisional, kaldu dibuat dari tulang. Sedangkan kaldu sekarng dibuat dari campuran tulang dan daging. Anda juga dapat membuat kaldu vegetarian yang hanya dengan sayuran dan tanpa daging atau tulang.
Kaldu tulang digunakan untuk mendukung kesehatan usus, kulit, dan persendian. Kaldu ini dinikmati karena rasanya yang kaya nutrisi, dan kualitas yang bisa menenangkan.
Kaldu tulang dalam ancientnutrition, menyediakan protein termasuk banyak asam amino yang dibutuhkan tubuh. Kaldu ayam juga memiliki berbagai senyawa bermanfaat seperti kolagen tipe II, glukosamin, kondroitin, dan asam hialuronat.
Jumlah kaldu tulang yang dapat dikonsumsi setiap hari bisa bervariasi, tergantung pada kebutuhan nutrisi dan kesehatan. Mulai dengan minum 1-2 cangkir per hari sebagai bagian dari pola makan seimbang dan tingkatkan asupan secara bertahap dari waktu ke waktu. Anda dapat memilih untuk mencoba kaldu tulang beberapa kali sehari dengan jumlah buah, sayuran, lemak sehat, dan makanan berprotein.
Mereka yang suka minum secangkir kaldu tulang hangat, bisa menambahkannya ke sup atau semur untuk tambahan nutrisi ke dalam makanan. Cobalah memasangkannya dengan banyak buah dan sayuran untuk camilan yang penuh energi.
Ahli Gizi Jerlyn Jones mengatakan kandungan nutrisi bervariasi berdasarkan bahan, jumlah, dan jenis tulang yang berbeda. Misalnya, tulang ikan memberikan yodium, yang penting untuk fungsi tiroid dan metabolisme.
Yang perlu diingat, semua bagian hewan mengandung protein kolagen, yang berubah menjadi gelatin ketika dimasak dan menghasilkan beberapa asam amino esensial. “Satu hal yang perlu diperhatikan, struktur asam amino melemah karena panas saat kaldu dimasak membuat kurang bermanfaat bagi tubuh,” kata Jones seperti yang dikutip dalam eatingwell.
