Mengelola diet menjadi salah satu faktor penting untuk mencapai penurunan berat badan. Hal ini berarti tidak menyerah saat merasa ingin makan makanan manis atau yang tidak menyehatkan. Namun, hal tersebut tidak mudah.
Berikut cara meredam keinginan makan makanan berkalori tinggi.
Beri waktu tubuh memilih
Mengidam sering kali di luar kendali, tapi sebenarnya setiap orang mampu membuat pilihan tepat. Teknik ini mungkin sulit dikuasai, namun begitu bisa memikirkan cara makan atau tidak makan, orang akan makan dengan kesadaran, bukan di luar kendali.
Caranya, setiap kali keinginan itu muncul, luangkan waktu sejenak dan pikirkan apakah ada cara lain untuk mengatasi keinginan ini. Misalnya jika ngidam makan cokelat, Anda mungkin bisa menggantinya dengan memakan kurma.
Perhatikan tubuh
Terkadang, tubuh mencoba menyampaikan sinyal kesehatan dalam bentuk mengidam makanan. Misal, saat menopause, tubuh beberapa orang lebih sulit memproses gula. Jadi, saat tiba-tiba menginginkan donat selai, itu mungkin cara tubuh membutuhkan gula.
Demikian juga, dalam kasus kekurangan zat besi, orang mungkin mengidam makanan kaya zat besi seperti daging sapi. Jika mengidam makanan berprotein, mungkin ada kemungkinan kekurangan protein.
Cari cara lain mengatasi suasana hati
Mengidam seringkali tak sesederhana yang dipikirkan. Terkadang, didorong oleh kebutuhan emosional atau pemicu lain. Banyak orang yang cenderung berlari menuju makanan yang menenangkan saat mereka terlalu bahagia, terlalu sedih, atau hanya merasa bosan.
Ini bisa dihentikan dengan perlahan mengidentifikasi pemicunya setiap kali memiliki keinginan makan dan menemukan cara alternatif untuk memperbaiki suasana hati.
Mengelola stres
Studi tahun 2015 terhadap 619 orang menemukan bahwa stres kronis secara signifikan memengaruhi keinginan makan orang. Ini bisa jadi karena stres kronis bisa membahayakan kadar hormon yang berhubungan dengan kontrol nafsu makan.
Tidur yang cukup
Banyak orang yang sukses mengendalikan makan sepanjang hari, tapi gagal menjelang tidur. Ini bisa dikaitkan dengan kualitas tidur yang buruk. Studi 2019 terhadap 256 anak-anak dan remaja mengaitkan kurang tidur dan lebih sering mengidam makanan. Studi lain pada 24 wanita mengaitkan kurang tidur dengan peningkatan rasa lapar dan mengidam.
