in

Jenis Dinding Kamar Tidur yang Sebaiknya Dicat

Ilustrasi cat tembok Foto: Unsplash

Cat dinding atau tembok rumah akan memberi kesan tertentu pada mata yang memandangnya. Warna cat juga akan turut andil dalam menambah estetika rumah. Oleh karena itu, salah memilih warna cat dinding akan memberi kesan buruk pada rumah Anda.

Bukan hanya rumah saja, bagian-bagian rumah juga perlu diperhatikan warna cat dindingnya. Misalnya pada kamar tidur, Anda sebaiknya menggunakan warna-warna yang dapat memberi kesan luas pada ruangan.

Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua jenis dinding kamar membutuhkan warna cat. Dinding keramik, kaca, atau beberapa jenis dinding kayu tentu akan kelihatan aneh jika diberi warna cat. Oleh karena itu, perlu diketahui jenis-jenis dinding yang membutuhkan cat.

Dikutip dari beberapa sumber, berikut ini diuraikan daftar dinding kamar tidur yang sebaiknya dicat agar menciptakan kesan baik.

  • Dinding plesteran

Dinding plesteran mungkin merupakan jenis dinding yang paling banyak digunakan. Jika tidak menggunakan cat, warna paling umum dinding plesteran adalah abu-abu atau putih. Dinding jenis ini butuh dicat dengan warna yang terang agar kamar tidur luas dipandang.

  • Dinding batu bata

Dinding batu batu juga lazim ditemukan, tetapi tidak sebanyak dinding plesteran. Pada dasarnya dinding batu bata dengan dinding plesteran sama saja, tetapi dinding batu batu tidak dilengkapi plesteran sehingga batu batanya tetap tampak. Dinding ini sebaiknya dicat agar kamar tidur Anda tidak tampak kumuh.

  • Dinding batako

Dinding batako hampir sama dengan dinding batu bata. Hanya berbeda pada tampilannya saja. Batu bata biasanya orange sementara batako agak putih. Dinding jenis ini sebaiknya diberi cat dengan warna lembut seperti hijau atau kuning.

  • Dinding kayu

Tidak semua dinding kayu membutuhkan warna cat. Hanya dinding yang terbuat dari papan biasa saja yang butuh diwarnai. Dinding kayu yang sengaja didesain dengan beberapa pola tertentu tidak boleh diberi warna selain warna dasarnya karena akan merusak estetikanya.

Article by