in

Merpati, Burung yang Bisa Bedakan Ruang dan Waktu

Burung merpati

Burung merpati berbeda dengan burung pada umumnya. Burung ini dapat membedakan konsep abstrak mengenai ruang dan waktu. Hal itu terungkap oleh studi yang telah dipublikasikan, beberapa waktu lalu.

Menurut studi yang diterbitkan di jurnal AS Current Biology, merpati menggunakan wilayah otak yang berbeda dengan yang biasa digunakan manusia.

Temuan tersebut memperkuat anggapan di kalangan ilmuwan bahwa spesies hewan yang memiliki susunan lebih rendah, misalnya burung, reptil dan ikan dapat membuat keputusan abstrak tingkat-tinggi.

“Tentu saja, kemampuan kognitif burung sekarang dipandang lebih dekat dengan kemampuan manusia dan primata non-manusia,” ungkap Profesor Edward Wasserman dari University of Lowa yang merupakan pemimpin dalam studi tersebut di dalam satu pernyataan, beberapa waktu lalu.

“Sistem syaraf burung itu memiliki kemampuan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan istilah ‘otak burung’ yang lebih rendah,” lanjutmya.

Profesor Wasserman telah mempelajarai kemampuan intelijen burung merpati, gagak, babon dan hewan lain selama lebih dari empat dasawarsa.

Dalam eksperimen yang disebut “common magnitude”, burung merpati ditunjukkan di layar komputer garis statistik horizontal sepanjang enam centimeter atau 24 cm selama dua detik atau delapan detik.

Penulis utama Benjamin De Corte selaku mahasiswa tahun ketiga Strata I di University of Lowa mengungkapkan hasil penelitiannya bahwa burung merpati memproses ruang dan waktu dengan cara yang sama dengan yang dilakukan manusia dan primata lain.

Bagi manusia, wilayah otak yang mengindera ruang dan waktu adalah “parietal cortex” yang berada di lapisan paling luar pada otak.

Sementara otak merpati tidak memiliki “parietal cortex” sehingga para ilmuwan menduga bahwa burung tersebut mungkin menggunakan daerah lain pada otak untuk membedakan antara ruang dan waktu.

“Cortex tidak unik dalam menilai ruang dan waktu,” kata De Corte.

“Burung merpati memiliki sistem otak lain yang memungkinkan mereka mengindera semua dimensi ini,” lanjutnya.

Article by