in

Lintasan Kereta Api Paling Mengerikan di Indonesia, tapi Tetap Menyenangkan!

Jembatan Cikubang. Foto: Liputan6

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas sebesar 1,905 juta km². Dengan luas sebesar itu, banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Untuk menghubungkan pulau-pulau destinasi wisata yang ada, Indonesia memiliki jalur-jalur transportasi umum yang bisa digunakan para wisatawan. Mulai dari jalur udara dengan pesawat terbang, jalur laut dengan kapal, dan jalur darat dengan kendaraan pribadi maupun umum serta kereta api. 

Berbicara mengenai kereta api di Indonesia, jangkauannya sangat luas. Karena kereta di Indonesia tidak hanya digunakan untuk transportasi umum, melainkan juga diperuntukkan sebagai transportasi logistik. Hal ini berpengaruh terhadap perencanaan jalur-jalur kereta api yang melintasi di masing-masing wilayah di Indonesia.

Mengutip dari laman resmi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, jalur kereta api di Indonesia hanya berada di wilayah pulau Jawa dan Sumatera. Hal tersebut karena pulau selain Jawa dan Sumatera pemanfaatan logistiknya melalui jalur udara dan jalur laut. Salah satu yang menjadi daya tarik wisatawan menggunakan kereta api adalah karena jalur dan lintasan yang dilalui seringkali memperlihatkan keindahan alam Indonesia.

Selain keindahannya, jalur kereta api yang dilalui terkadang membuat ‘bulu merinding’ karena lintasannya yang ‘mengerikan’. Salah satu lintasan kereta api yang ‘mengerikan’ sekaligus ‘menyenangkan’ adalah jalur kereta Api Jakarta-Bandung. Dengan menggunakan kereta api Argo Parahyangan ini, pengguna kereta api akan disuguhkan dengan keindahan pegunungan Bumi Parahyangan. 

Dalam perjalanan Jakarta-Bandung, penumpang kereta Argo Parahyangan juga akan merasakan melewati ‘Jembatan Cikubang’. Jembatan tersebut menjadi jembatan lintasan kereta api terpanjang di Indonesia, yaitu sepanjang 300 meter. Kekuatan ‘Jembatan Cikubang’ menjadi sesuatu hal yang paling menarik, karena dibangun sejak pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia.

 

Article by