in

4 Manfaat Melakukan Diet Intermittent untuk Diabetes

Intermitten fasting. Foto: GettyImages.

Intermittent bukanlah diet iseng. Intermittent adalah metode diet yang mengatur jendela makan dalam sehari. Jika dipandu oleh ahli gizi dan dilakukan dengan tepat, diet intermittent dapat menghasilkan metabolisme yang baik.

Tujuan penatalaksanaan diabetes adalah mencapai dan mempertahankan kontrol glikemik yang baik, mengelola dan mengurangi gejala diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol, mencegah fungsi saraf, kardiovaskuler, dan ginjal.

Semua metode ini telah diselidiki, dan hasil yang dipetakan di berbagai penelitian, menunjukkan manfaat tertentu untuk pengendalian diabetes :

Penurunan berat badan

Penurunan berat badan yang baik hingga sedang, dapat dicapai dengan puasa intermiten. Penurunan berat badan 5% hingga 10% selama periode waktu diketahui membantu mengontrol kontrol gula darah.

Menggabungkan makan sehat dan latihan ketahanan dapat memastikan kehilangan lemak sambil menjaga otot. Penyimpanan lemak yang lebih sedikit di hati dan pankreas membantu kadar glukosa yang lebih baik.

Sensitivitas insulin yang lebih baik

Jika bekerja melalui apa yang dikenal sebagai pengaturan ulang metabolik. Puasa menyebabkan penipisan simpan karbohidrat, yang menyebabkan tubuh menggunakan asam lemak bebas untuk energi.

Keton adalah produk akhir dari jalur metabolisme ini. Proses ini dikaitkan dengan peningkatan sensitivitas insulin, penurunan respons peradangan, dan karenanya kontrol gula darah yang lebih baik.

Tingkat insulin yang lebih rendah

Resistensi insulin sering dikaitkan dengan insulin sirkulasi yang tinggi adalah respons umum pada diabetes tipe II dan pra diabetes.

Insulin tinggi yang berkepanjangan terkait erat dengan peningkatan obesitas, terutama obesitas perut, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.

Ilmu di balik puasa intermiten adalah berpuasa untuk jangka waktu tertentu, yang memastikan penurunan kadar insulin tanpa adanya karbohidrat, yang menyebabkan hilangnya lemak.

Peningkatan hormon lapar

Peningkatan pada hormon kelaparan terlihat pada puasa intermiten, hormon kelaparan meningkat selama puasa, dan dikaitkan dengan hilangnya lemak perut, yaitu saat makan ada penurunan hormone.