in

Benarkah Stres Menyebabkan Rambut Beruban?

Stres bukan penyebab utama, seseorang beruban.

Ada banyak hal negatif yang dikaitkan dengan stres berlebih, terutama soal kondisi kesehatan. Beberapa penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, sakit kepala, gangguan tidur, dan bahkan masalah kekebalan tubuh dianggap memiliki kaitan erat dengan stres.

Selain itu, stres juga sering mempengaruhi penampilan. Menyebabkan kulit berjerawat hingga memicu kerontokan rambut seperti telogen effluvium. Tetapi, mitos paling popular mungkin adalah rambut beruban.

Benarkah stres bisa menyebabkan rambut seseorang beruban? Dikutip dari laman How Stuff Works, bagi kebanyakan orang, stres bukanlah penyebab rambut beruban. Rambut memang secara alami akan mulai beruban di antara usia 30 hingga 35 tahun, dan hal ini adalah permainan genetik.

Hal ini berhubungan dengan apa yang terjadi di kepala dan rambut kita. Kepala mengandung ratusan ribu folikel, dan setiap folikel menghasilkan satu rambut. Sebelum rambut muncul, ada pula sel lain yang bernama melanosit yang tugasnya adalah menentukan pigmen rambut.

Nah rambut beruban itu karena berkurangnya jumlah melanin. Kemudian, ketika rambut sudah sangat putih ini karena kandungan melanin habis. Kekurangan jumlah sel punca yang merupakan sel penghasil melanin adalah penyebabnya.

Meski begitu, ada pula sebuah studi di Jepang pada tahun 2009 yang menunjukkan bahwa stres bisa menyebabkan rambut beruban. Tetapi, stres yang dimaksud di sini bukan stres sehari-hari yang sering kita hadapi seperti stres karena ujian atau wawancara kerja.

Stres yang dimaksud para peneliti adalah stres genotoksik dalam bentuk sinar ultraviolet dan bahan kimia yang kemudian merusak DNA. Dampaknya bisa menyebabkan penipisan sel induk melanosit tersebut.