in

Duo Salim-Bakrie Bikin Perusahaan Dengan Modal Triliunan Rupiah

Anthoni Salim. Foto: Wall Street Journal

Grup Salim dikenal sebagai salah satu perusahaan konglomerasi di Indonesia. Saat ini, Grup Salim dipimpin oleh Anthoni Salim yang merupakan anak dari pendiri Grup Salim, yaitu Sudono Salim alias Liem Sioe Liong. Grup Salim memiliki sejumlah bisnis yang beroperasi di Indonesia maupun di luar negeri.

Sebut saja bisnis makanan, otomotif, agrobisnis, properti, bank, retail hingga jalan tol. Bisnis-bisnis tersebut mengantarkan Anthoni Salim menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan lebih dari Rp100 triliun.

Selain Grup Salim, Indonesia juga memiliki perusahaan konglomerasi lainnya, yaitu Grup Bakrie. Saat ini, Grup Bakrie dipimpin oleh Anindya Bakrie yang merupakan anak dari Aburizal Bakrie. Bisnis dari Grup Bakrie juga sangat beragam, mulai dari manufaktur, kimia, pertambangan, properti, hingga media. 

Grup Bakrie dikenal sebagai pemilik salah satu tambang terbesar di Indonesia melalui PT. Bumi Resources Tbk (BUMI). Bahkan mengutip dari laporan keuangan perusahaan tahun 2022, BUMI berhasil mencatatkan pendapatan sebesar US$8,53 miliar dan laba bersih sebesar US$525 juta. 

Namun, dalam 10 tahun terakhir diketahui BUMI mengalami banyak kesulitan dengan tingginya nilai utang yang mereka miliki hingga anjloknya harga saham. Berbagai cara dilakukan, mulai dari restrukturisasi utang, menerbitkan obligasi, hingga menggandeng investor baru. Ternyata yang berhasil dilakukan BUMI adalah dengan menggandeng Grup Salim melalui Treasure Global Investments Limited (TGIL). 

Diperkirakan suntikan dana yang diberikan TGIL ke BUMI mencapai Rp1 triliun. Dengan berbagai tantangan yang ada, banyak analis mengatakan bahwa saham BUMI akan segera bangkit dan dapat menyaingi Grup tambang besar, seperti Adaro, Indika, Bayan, dan ITMG.