Ada berbagai bukti berbeda yang menunjukan soal waktu terlama manusia bisa menahan nafas di dalam air. Tetapi, secara general, tanpa bantuan pelatihan atau alat apapun, manusia bisa bertahan tanpa bernapas di dalam air selama 30 hingga 90 detik.
Adapun sebuah rekor dunia yang pernah dipecahkan oleh Budimir Sobat, asal Kroasia. Ia dapat bertahan untuk tidak bernafas di bawah air selama 24 menit 37 detik. Tetapi, sebelumnya, Sobat menghirup oksigen murni terlebih dahulu sebelum menyelam.
Bukti lainnya, datang dari kelompok pengembara laut yang disebut suku Bajau. Suku Bajau adalah suku nomaden yang berasal dari Kepulauan Sulu, Filipina Selatan. Suku Bajau bisa menghabiskan waktu beberapa menit menyelam di bawah air, pada kedalaman hingga 60 meter, tanpa bernafas.
Suku Bajau telah hidup di perairan Asia Tenggara selama lebih dari 1000 tahun. Mereka juga bertahan hidup dari mengumpulkan berbagai makanan dengan menyelam di laut tanpa snorkel, sirip, pakaian renang dan alat menyelam lainnya.
Mengapa mereka memiliki kemampuan tersebut? Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cell pada tahun 2018, menyebut bahwa orang Bajau memiliki adaptasi fisiologis yang bisa membantu mereka menyelam dengan lebih baik. Terjadi mutasi DNA pada limpa mereka, yang membuat organ mereka ini jadi membesar, bahkan 50 persen lebih besar dibanding suku lain yang di wilayah yang sama.
Perlu diketahui bahwa limpa berfungsi untuk menyimpan dan menyaring darah, lalu menghilangkan sel darah merah yang rusak. Artinya, limpa yang lebih besar akan menyediakan reservoir sel darah merah yang beroksigen lebih besar.
