Anda gemar mengemeretakkan leher? Menggerakan leher ke kanan atau ke kiri dengan tangan untuk menghasilkan bunyi ‘retakan’ memang menyenangkan. Nampaknya, bukan hanya bunyi suara gemeretak yang menyenangkan, menggemeretakkan leher juga dianggap membuat seseorang cenderung merasa jauh lebih baik. Tetapi mengapa?
Ada dugaan bahwa penyebab umum dari suara ‘retak’ yang tercipta dari aktivitas ini berasal dari gelembung gas dalam cairan sinovial yang keluar dari ruang sempit. Cairan sinovial ini merupakan pelumas alami yang ada untuk melumasi persendian serta terbentuk dari kombinasi karbondioksida, nitrogen dan juga oksigen.
Nah, jika seseorang sengaja memutar leher, dan kemudian menciptakan rangkaian suara ‘retakan’ ini adalah suatu aktivitas yang dianggap mampu melepaskan gelembung-gelembung gas tersebut.
Pelepasan penumpukan gas inilah yang menjadi alasan mengapa otot dan persendian terasa lebih nyaman dan longgar setelah munculnya suara ‘retakan’ tersebut.
Namun, perlu diperhatikan bahwa kebiasaan ini datang dengan berbagai resiko. Dikutip dari laman Medical News Today, resiko pertama adalah stroke. Dalam kasus yang jarang terjadi, menggemeretakkan leher bisa merobek arteri vertebralis yang memasok darah ke otak. Hal ini dapat menyebabkan stroke.
Selain itu, menggemeretak leher bisa menyebabkan pembekuan darah di leher yang berbahaya karena menghentikan suplai oksigen. Resiko lainnya adalah osteoarthritis, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan jaringan di ujung tulang menjadi lemah.
