in

Bisakah Kita ‘Memberi Makan’ Otak?

Jenis makanan bernutrisi yang baik untuk otak.

Otak adalah salah satu organ yang menyedot banyak energi tubuh. Organ tersebut bahkan dilabeli sebagai organ paling lapar di tubuh manusia.

Sebab, meski beratnya hanya sekitar 2 persen dari seluruh berat badan manusia, otak mengonsumsi sekitar 20 persen dari total kebutuhan energi tubuh manusia. Tetapi, untuk memiliki otak yang berfungsi dengan baik, perlu mikronutrien dalam jumlah cukup. Pasalnya banyak bukti penelitian yang menunjukan bahwa kekurangan nutrisi ini berpengaruh pada kesehatan otak dan mental.

Lalu nutrisi apa yang dibutuhkan untuk memberi asupan bagi otak? Beberapa nutrisi penting yang baik untuk otak adalah asam folat (vitamin B) dan asam lemak omega-3. Seperti yang kita ketahui bagi ibu hamil, konsumsi asam folat amat penting untuk mencegah kondisi cacat tabung saraf. Sedangkan omega-3 membantu membangun blok untuk stuktural membran sel.

Salah satu jenis asal lemak omega-3 yang penting adalah Docosahexanoic acid atau DHA. DHA membentuk antara 10 hingga 20 persen total kandungan asam lemak otak. Asam lemak jenis ini mampu membantu mempromosikan morfologi neuron dan pensinyalan sel yang sehat, membuat sel otak berkomunikasi secara lebih efisisen.

Tetapi, tubuh tidak bisa mensintesis DHA dalam jumlah cukup, sehingga jika ingin mendapatkannya perlu mengonsumsi makanan laut dan ikan berminyak seperti salmon, sarden, mackerel dan trout. Menariknya, pada orang dewasa kadar DHA darah yang lebih tinggi dianggap berhubungan dengan penurunan resiko demensia.

Namun, selain beberapa nutrisi di atas, polifenol juga nutrisi yang menguntungkan bagi otak. Makanan yang mengandung nutrisi ini dapat meningkatkan aliran darah ke otak, meningkatkan kinerja soal perhatian, memori dan pemrosesan informasi. Anda bisa menjumpai makanan kaya polifonel seperti beri, anggur, rempah, jamu, teh, kopi, dan cokelat hitam.