in

Sosok di Balik Pembajakan Akun Twitter Barack Obama hingga Bill Gates

Ilustrasi aplikasi Twitter (Foto: Pexels/Brett Jordan)
Ilustrasi aplikasi Twitter (Foto: Pexels/Brett Jordan)

Pada Juli 2020 lalu, ada 130 akun Twitter yang mengalami pembajakan. Bahkan, sejumlah akun publik figur hingga tokoh nasional kenamaan juga tak luput dari sasaran kejahatan siber ini, sebut saja Barack Obama hingga Joe Biden.

Beberapa nama lain yang juga menjadi korban ialah Bill Gates, Jeff Bezos, Warren Buffet, Kim Kardashian, Kanye West, hingga MrBeast.

Aksi pembajakan ini ternyata bagian dari penipuan Bitcoin berskala besar. Skemanya, akun yang dibajak akan mencuit permintaan kepada followers untuk mengirimkan bitcoin. Tak hanya itu, followers juga diiming-imingi bahwa nominal bitcoin yang sudah dikirim nantinya akan digandakan sebagai bentuk aksi amal.

Rupanya, aksi pembajakan ini merupakan ulah Joseph James O’Connor atau PlugwalkJoe yang diketahui baru berusia 23 tahun. Pemuda asal Inggris ini diadili di Amerika Serikat dan terancam hukuman 70 tahun penjara.

Tak sendirian, O’Connor diadili bersama 3 pria lainnya yang terlibat dalam aksi ini. Salah satunya adalah remaja asal Amerika, Graham Ivan Clark yang telah divonis bersalah pada 2021 lalu. Dua lainnya adalah Nima Fazeli dari Orlando dan Bognor Regis di Inggris.

Menurut ahli siber, aksi pembajakan O’Connor bisa jadi berdampak jauh lebih parah jika saja ia dan rekan-rekannya tak cuma merencanakan skema penipuan. Pembajakan tersebut bisa saja dimanfaatkan untuk menyebarkan disinformasi untuk mempengaruhi situasi politik dan pasar global yang bisa berimbas besar.

Ini juga menjadi pertanda sistem keamanan Twitter yang lemah karena para hacker menggunakan trik yang umum untuk membobol Twitter.