in

Alasan Psikologis Mengapa Orang Takut Badut

Ilustrasi badut (Pexels)

Badut seringkali menjadi tokoh yang menghibur bagi anak-anak karena kelucuan dan tingkah gemasnya. Namun, tidak semua badut menghibur ada kalanya tokoh badut yang justru tampil menakutkan dan membuat anak-anak menangis.

Ada banyak tokoh badut dalam film yang diciptakan dalam bentuk visual yang ‘mengerikan’. Kita bisa menengok beberapa tokoh badut seram seperti di film It: Chapter Two. Pada beberapa kasus, badut memang menyebabkan rasa tidak nyaman atau bahkan ketakutan. Bahkan, ada istilah coulrophobia untuk menyebut fenomena ketakutan ekstrem pada badut. Tetapi, mengapa hal ini terjadi?

Ada sebuah penelitian yang tertuang dalam jurnal Frontiers in Psychology mengenai coulrophobia. Para ilmuwan pada penelitian ini melakukan studi terhadap 1.000 orang dari berbagai usia. Hasilnya, lebih dari separuh responden penelitian mengatakan bahwa mereka mengalami coulrophobia.

Alasan utamanya ternyata ada pada bentuk riasan badut. Alasan ini menjadi daftar teratas mengapa orang tidak menyukai badut. Diketahui bahwa riasan atau make up badut dianggap menyembunyikan sinyal emosional mereka. Kita, sebagai orang yang melihat jadi tidak bisa menebak apa niat para badut itu sebenarnya.

Kemudian, otak akan membaca dan mengartikan badut sebagai manusia tetapi merasa bahwa ada sinyal yang salah tentang mereka. Hal ini akan berhubungan dengan Uncanny Valley Theory. Uncanny Valley Theory merujuk pada gambaran mengenai hubungan antara penampilan mirip manusia dan respons emosional yang ditimbulkan.

Lebih lanjut, studi juga mengungkap bahwa warna riasan mata juga menambah kesan seram. Misalnya fitur wajah yang terdistorsi berwarna merah darah membuat otak mengingat luka dan penyakit, rasa jijik atau ketidaknyamanan. Selain itu, faktor lain yang dianggap membuat badut menyeramkan adalah perilaku mereka yang sulit diprediksi. Rasa ketidakpastian ini menyebabkan munculnya perasaan tidak nyaman saat melihat badut.