in

African Violet, Tanaman Indah Mempesona

Bunga african violet atau violet Afrika. Foto: Pixabay

Apakah Anda sudah mengenal bunga African Violet atau violet Afrika? Pada dasarnya tanaman ini bernama saintpaulia tapi lebih dikenal sebagai Violet Afrika karena berasal dari Afrika dan bunganya berupa violet.

Bunga African violet sangat kaya akan sejarah dan meskipun Anda mungkin berasumsi bahwa itu secara otomatis kuno, popularitasnya masih terjaga hingga saat ini. Violet Afrika dapat dengan mudah ditemukan di toko-toko dengan harga yang sangat murah.

Saintpaulia memiliki karakteristik bunga berbau harum (aromatik). Pada umumnya, bunga tanaman ini berwarna violet gelap atau putih, daun dan bunganya secara keseluruhan membentuk seperti sebuah roset dari dasarnya.

Salah satu yang unik adalah kerpel bunga ini seperti kait dan tidak diakhiri dengan sebuah tambahan bundar. Tangkai-tangkai daunnya memiliki rambut-rambut yang mengarah ke bawah menambah pesona tanaman ini.

Tanaman Africa violet menyebar dengan geragih (tunas-tunasnya di atas tanah). Tanaman ini juga sangat cepat untuk bertumbuh.

Beberapa sumber menyebut bahwa tanaman ini ditemukan oleh Baron von Saint Paul pada tahun 1892. Selanjutnya, tanaman ini dikirim ke Hermann Wendland di Kebun Raya Kerajaan Berlin dan diberi nama saintpaulia ionantha.

Dulu, tanaman saintpaulia cukup sulit untuk tumbuh di rumah. Hal itu membuatnya tidak menjadi populer di kalangan pecinta tanaman.

Namun sejak tahun 1925, tanaman ini mulai ditemukan bisa berkembang dengan baik. Tanaman berbunga ini juga memiliki varietas yang mudah diperbanyak.

Sejak saat itulah, tanaman hias ini semakin diincar banyak pecinta tanaman. seiring perkembangannya yang dikawinkan secara silang, bunga ini pun menghasilkan warna dan tanaman baru dengan bentuk daun yang berbeda datang ke pasar.

African Violet’s tidak populer di Eropa sampai berakhirnya Perang Dunia Kedua di mana negara-negara seperti Inggris menjadi cengkeraman sepanjang tahun 1960-an dan 1970-an.