in

Belajar dengan Metode Menghafal, Benarkah Efektif?

Belajar dengan metode menghafal (Unsplash)
Belajar dengan metode menghafal (Unsplash)

Metode belajar dengan menghafal sudah diterapkan sejak masih dalam pendidikan dasar. Tujuannya agar seseorang bisa menyimpan lebih banyak informasi di dalam otak, meski hanya sementara. Menghafal juga telah menjadi metode paling populer selama berada-abad lamanya. Namun, dari sisi ilmiah, benarkah metode ini efektif?

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa bagian otak yang paling berkaitan dengan ingatan adalah hippocampus. Hippocampus bertugas mencatat dan menyimpan informasi yang kita masukan ke otak, namun hanya dalam waktu yang singkat. Informasi ini kemudian akan dikirim dan disimpan dalam memori jangka panjang di berbagai bagian korteks.

Dikutip dari laman Science ABC, sebuah penelitian yang dilakukan di Standford University School of Medicine. Saat anak- anak belajar matematika dengan metode hafalan ternyata dapat membebaskan ruang memori kerja dan memungkinkan keterampilan lebih lanjut.

Dampaknya, otak akan mempersiapkan diri lebih baik untuk mempelajari matematika dengan level yang lebih rumit. Jadi, ada bukti bahwa hafalan memang meningkatkan perkembangan kognitif pada anak-anak. Apalagi hafalan juga membantu keterampilan dasar seperti mempelajari abjad.

Sedangkan pada orang dewasa, hafalan juga memungkinkan seseorang meningkatkan plastisitas saraf pada otak yang menua. Ada pula metode lain yang disebut spaced repetition, yang merupakan versi lebih murni dari hafalan. Metode ini mengharuskan seseorang merevisi konten yang dipelajari secara berkala. Metode ini akan membantu otak untuk memperkuat koneksi antar neuron dan membuat kita jadi bisa mempertahankan pengetahuan serta informasi dalam waktu yang lebih lama.